panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Oktober 2010 | 17:16 wib
Aktivitas Gunung Berapi
Alat Pemantau Lahar Semeru Rusak

 

Lumajang, CyberNews. Status sejumlah gunung berapi di Indonesia dinaikkan ke level waspada. Satu di antaranya adalah Gunung Semeru yang berada di antara Kabupaten Lumajang dan Malang, Jatim. Kondisi Semeru yang meningkat aktifitas vulkaniknya itu harus diimbangi dengan kesiapan perangkat teknologi untuk memantaunya.

Informasi yang dihimpun Suara Merdeka CyberNews di Surabaya, Minggu (31/10), menyebutkan, sebuah alat seperti CCTV dengan tenaga surya untuk merekam intensitas aliran lahar Semeru di pinggir Sungai Besuk Koboan, Dusun Curah Kobo'an, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo rusak. Alat perekam lahar Semeru buatan warga Perancis itu selama ini dijaga oleh dua orang warga setempat. Kini, alat yang sangat bermanfaat untuk memantau aliran lahar Semeru itu terbengkalai.

"Alat perekam lahar Semeru dengan kamera menggunakan tenaga surya dan digerakkan dengan aki rusak sejak 2 tahun lalu," kata Bambang AS (43), warga setempat, Minggu (31/10).

Cara kerja alat rekam pemantau lahar Semeru itu, katanya, saat ada lahar Semeru melintas aliran lahar Sungai Besuk Kobo'an, maka alat itu secara otomatis beroperasi. "Kalau ada aliran lahar setinggi  setengah meter, alat itu merekam secara otomastis," katanya.

Sedang kaset film untuk rekaman gambar, tambahnya, biasanya dicek tiap seminggu sekali apakah sudah habis atau tidak. Namun, jika lahar Semeru sangat lama saat melintas Sungai Besuk Kobo'an, biasanya kaset berisikan durasi 90 menit akan habis. "Kalau habis, ya diganti  yang baru," jelasnya.

Sejak aki yang dipakai untuk mengoperasikan kamera dan pendeteksi getaran lahar Semeru rusak, maka dia langsung mengamankan alat perekam itu di rumahnya. Dia khawatir alat itu dicuri orang kalau dibiarkan di lokasinya. Alat perekam untuk mendeteksi lahar Semeru dipasang sejak 2002 lalu. Biasanya, yang membikin alat itu datang ke lokasi untuk mengontrol operasional alat tersebut. Namun, sejak bulan Agustus 2008 lalu hingga 2010 ini,  ahli geologi yang memasang alat itu tak lagi datang ke kawasan Gunung Semeru.

( Ainur Rohim / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 35635
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 36846
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 37277
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 41406
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 36458
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER