
Banyumas, CyberNews. Sebuah pohon pisang di komplek Kantor Kecamatan Sumpiuh menyita perhatian bagi masyarakat yang datang ke kantor kecamatan. Sebab pohon pisang di tersebut berbeda dengan pisang kebanyakan. Buah pisang yang keluar dari dahan, tandannya bercabang dua.
"Saya baru pertama kali lihat pisang yang tandannya bercabang dua," ujar Sarno, salah satu warga yang sedang mengurus KTP, Sabtu (23/10).
Pisang itu ditanam tiga tahun lalu oleh salah satu pegawai Kantor Kecamatan Kemranjen, Muhadi (60). "Saat pertama berbuah, tandan pisang tersebut tidak bercabang. Namun untuk kedua dan sampai sekarang buahnya selalu bercabang. Sampai hari ini ya sudah empat kali berbuah," ungkapnya.
Muhadi mengaku, mendapatkan bibit pisang tersebut dari salah seorang temannya di Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap tiga tahun lalu. "Saya mendapatkannya dari seseorang. Waktu itu saya sedang bekerja membetulkan rumahnya. Katanya dia mendapatkan pisang itu dari Sumatera," ujar pria yang sudah mengabdi di kecamatan sejak tahun 1999 ini.
Menurut Muhadi, ada kepercayaan bahwa jika pisang yang berbuah itu semakin banyak, berarti rejeki yang menanam juga banyak. Demikian pula sebaliknya. "Pisang yang berbuah bisa bercabang hingga empat. Namun sampai saat ini paling cuma bercabang dua. Mungkin rejeki saya sedang sedikit ya," selorohnya.
Soal rasa, pisang bercabang cabang ini memiliki rasa yang hampir sama dengan pisang Ambon. Dari segi fisik, warna dan besar buah pun tidak jauh berbeda dengan pisang Ambon.
"Jika pisang yang berbuah tidak bercabang, ukuran buah besar, namun jika bercabang, ukuran buah lebih kecil. Para pegawai di kantor kecamatan sudah semuanya menikmati buah tersebut. Jika anda mau membibit silahkan saja," pungkasnya.