
Medan, CyberNews. Kapolri Komjen Timur Pradopo akan mendapat perlawanan dalam mereformasi birokrasi di instansi kepolisian. Hal itu tak lain karena masih banyak anggota Polri yang korup.
Demikian disampaikan Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) Farid Wajdi, SH, MHum di Medan, Sabtu (23/10).
Farid menuturkan, reformasi di lingkungan Polri jauh tertinggal dibandingkan upaya yang telah dilakukan TNI. Slogan perubahan yang diumumkan dinilai jauh dari harapan rakyat. Farid menduga internal Polri masih belum bersedia mereformasi diri karena merasa nyaman dengan kondisi yang ada.
Menurutnyaa Timur Pradopo memiliki konsep yang cukup baik dalam melanjutkan kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang memasuki usia pensiun. Hal itu terlihat dari 10 konsep yang ditawarkan daam uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) di DPR RI beberapa waktu lalu.
Farid menegaskan, masalah mendesak yang diperbaiki oleh Polri yakni terkait penerimaan calon anggota Polri yang sarat praktik KKN, baik di tingkat Sekolah Polisi Negara (SPN) maupun di Akademi Kepolisian (Akpol).
( MIOL / CN16 )