
Tegal, CyberNews. Perbaikan jalan ’tahap kedua' secara total dengan cara mengeruk ruas jalan yang rusak di jalur pantura, terutama di Jalan Gajah Mada dan Jalan Martoloyo, berdampak terjadi kemacetan arus lalu-lintas, dalam dua pekan terakhir.
Antrean berbagai jenis kendaraan, baik kendaraan barang maupun penumpang, terlihat saat jam-jam sibuk. Itu lantaran ruas jalan yang semula empat lajur, kini menjadi dua lajur untuk arah Semarang-Jakarta dan sebaliknya.
"Dulu pas mau Lebaran juga macet karena perbaikan. Sekarang macet lagi, karena perbaikan lagi. Kok ndak rampung rampung," ucap Sukmanto (47) salah seorang sopir truk asal Jombang, Jatim.
Dia semula berharap menjelang Lebaran seluruh perbaikan bisa jalan di jalur pantura, terutama di Kota Tegal, dapat selesai. Tapi kenyataannya tidak demikian. Dia terjebak kemacetan akibat ada perbaikan jalan tersebut.
Pelaksana proyek perbaikan jalan di Jl Gajah Mada, Nanang Ali Nugroho dari PT Conbloc Infratecno mengatakan, tiap dilakukan perbaikan jalan konsekuensinya arus lalu-lintas menjadi tersendat. Bahkan terkadang sampai menimbulkan kemacetan.
Dikebut Sesuai dengan rencana, kata dia, perbaikan jalan akan selesai seluruhnya pada Desember. Mengingat kerap menimbulkan kemacetan, maka pekerjaan dikebut. Dengan cara dilakukan lembur hingga malam hari.
"Kami juga cukup memahami kondisi seperti ini. Karena itulah kami akan bekerja secepat mungkin. Tentu tidak terpancang selesai hingga Desember. Bagi kami kalau bisa lebih cepat tentu akan lebih baik," ucap Nanang.
Perusahaannya memang menangani perbaikan total jalan pantura mulai dari Jalan Gajah Mada hingga Jalan Yos Sudarso. Tepatnya hingga jembatan Kali Bacin yang mengarah di pintu masuk Pelabuhan Tegal.
Selebihnya dari lokasi itu, kata dia, hingga pintu gerbang perbatasan dengan Kabupaten Tegal di Jembatan Sungai Ketiwon dikerjakan PT Agung Dharma Intra. Perbaikan jalan di lokasi tersebut juga kini tengah dikebut.
Aspal di ruas jalan yang rusak, seperti bergelombang dan banyak bekas tambalan, dikeruk. Kemudian dibangun jalan baru. epala TU Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Preservasi Jalan dan Jembatan Losari-Comal, Bambang Sarwedi ST mengatakan, konsekuensi dari adanya proyek pekerjaan perbaikan jalan adalah kemacetan arus lalu-lintas. Karena itulah dirinya tetap berkoordinasi dengan Polres Tegal Kota untuk mengatasi kemacetan.
( Riyono Toepra / CN13 )