
Ungaran, CyberNews. Tugiman (60) warga Dusun Tapen RT 3 RW 4, Desa Wiru, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, tewas terseret arus Sungai Gutuk, Jumat (15/10) sekitar pukul 15.30. Petani yang naas tersebut baru diketemukan Senin (18/10) sekitar pukul 11.15 WIB di Sungai Senjaya, Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan.
Dumeri (30), anak korban, kepada para wartawan mengatakan, kejadian tersebut terjadi saat ayahnya pulang dari kebun. Saat hendak pulang, korban sempat meminjam arit dan plastik kepada tetangganya. Dalam perjalanan pulang itu lah korban kemudian diduga terpeleset dan jatuh ke sungai saat melintas di jembatan. Dia pun terseret arus sungai tanpa ada yang mengetahui.
Dumeri yang mengetahui ayahnya tidak pulang, mengira ayahnya berada di rumah anaknya yang lain. Tapi saat ditanya ternyata tidak ada. Kemudian diketahui ternyata arit yang dibawa korban ada di dekat jembatan. Kejadian itu pun dilaporkan kepada polisi dan tim SAR Kabupaten Semarang, yang kemudian menyisiri sungai tersebut untuk mencari keberadaan korban.
Akhirnya pada Senin (18/10) mayat korban diketemukan tersangkt di jembatan yang ada di Sungai Senjaya, Desa Klitikan, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, yang letaknya sekitar 20 km dari tempat kejadian. Korban kemudian dimakamkan keluarga di makam desa setempat.
( Basuni Hariwoto / CN12 )