
New York, CyberNews. Melemahnya dolar dan impor minyak mentah China berimbas pada melonjaknya harga minyak di New York, Rabu (13/10) waktu setempat. Sementara pasar menunggu pertemuan penting tentang produksi OPEC di Wina, pekan ini.
Kartel minyak OPEC diperkirakan mengatur untuk menjaga tingkat produksi minyak stabil pada Kamis (14/10). Prospek untuk harga tampak tak menentu dengan latar belakang pemulihan ekonomi yang rapuh dan dolar AS yang jatuh.
Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk pengiriman November, naik 1,34 dolar AS menjadi 83,01 dolar per barel. Di London minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November bertambah 1,14 dolar menjadi 84,64 dolar.
"Harga minyak telah naik ... lagi, berkat dolar AS yang lebih lemah dan angka impor lebih kuat dari China, tetapi masih jauh di bawah tingkat yang tercapai minggu lalu," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch, seperti dilaporkan AFP.
"China mengimpor rekor volume minyak mentah 5,67 juta barel per hari pada bulan September, kenaikan 35 persen tahun-ke-tahun," lanjutnya.
Dalam transaksi valuta asing pada Rabu, mata uang tunggal Eropa mendekati 1,40 dolar dan unit AS datang di bawah tekanan pada prospek pelonggaran lebih lanjut kebijakan moneter AS.
Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris menaikkan prediksi permintaan global tahun ini dengan 300.000 barel per hari menjadi 86,9 juta barel per hari dan dengan jumlah yang sama menjadi 88,2 juta barel per hari pada 2011.
Perkiraan terbaru, yang terdapat dalam laporan bulanan IEA, mewakili kenaikan tahunan masing-masing sebesar 2,5 persen dan 1,4 persen.
Di Wina pada Kamis, 12-negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) diharapkan menahan kuota produksi resminya 24,84 juta barel per hari.
( Ant / CN16 )