
Cilacap, CyberNews. Sebatang bunga bangkai tumbuh dipekarangan rumah milik Musita (70), warga Dusun Bobojong RT3 RW2 Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, beberapa waktu lalu. Bunga raksasa dengan bau menyengat itu membuat heboh warga desa setempat mereka pun berkerumun dan melihat bunga yang jarang sekali mereka jumpai itu.
Bunga tersebut berdiameter sekitar 20 senitimeter dan tinggi 40 sentimeter, bunga bertangkai hijau tua, kelopak hijau muda, serta mahkota bunga berwarna krem dan ungu. Bunga itu mengeluarkan bau busuk sangat menyengat. "Bunganya mulai mekar Jumat (8/10), sekitar jam empat sore. Setelah mekar, baunya langsung menyengat," kata Musita, Minggu (10/10).
Dia menuturkan, sebelum mekar bunga tersebut sama sekali luput dari perhatian. Pasalnya, halaman rumahnya pernah ditumbuhi bunga serupa tetapi tidak mengeluarkan bau menyengat. Namun bunga bangkai yang mekar kali ini mengeluarkan bau busuk menyengat. Bahkan, orang-orang sempat mengira ada bangkai tikus di rumahnya.
Bau itulah yang membuat warga berkerumun ingin melihat bunganya. Terlebih, rumahnya berdekatan dengan mushola. Bau busuk yang dikeluarkan juga mengundang banyak lalat hijau yang mengerumuninya.
Otong Turyanto, warga setempat menuturkan, bungai bangkai itu hanya mengeluarkan bau tidak sedap selama semalam saja. "Setelah tengah malam, baunya mulai berkurang. Lalu pagi harinya sudah hampir tidak berbau lagi," katanya.
Dia mengakui, bau tidak sedap yang muncul dari bunga itu sempat menggegerkan warga sekitar, ketika hendak mejalankan ibadah shalat maghrib di mushola. Mereka mengira ada bangkai tikus atau hewan lain yang mati di halaman atau atap rumah. Setelah dicari ke sekeliling mushola, akhirnya mereka menemukan sumber baunya, ternyata bunga bangkai yang sedang mekar.
( Khalid Yogi / CN13 )