
Surabaya, CyberNews. Diperkirakan tak sampai setahun haul kematiannya, mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) bakal ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Mantan Presiden RI ke-4 itu meninggal akhir Desember 2009 lalu.
Kementerian Sosial, Jumat (1/10) lalu telah membahas secara final dan akan menetapkan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Artinya, penetapan gelar itu tinggal menunggu sidang Dewan Kepahlawanan Nasional dan diserahkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Jadi Tinggal ditetapkan saja oleh Presiden SBY dan nanti diserahkan tepat pada saat peringatan Hari Pahlawan 10 November 2010," kata Wagub Jatim, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) kepada wartawan, Senin (4/10).
Tak ada kendala berarti proses penetapan Gus Dur sebagai pahlawan nasional. Banyak kalangan organisasi dan perorangan yang mengajukan usulan dan sepakat kalau mantan ketua umum PBNU itu ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Bahkan, secara formal Pemkab Jombang dan Pemprov Jatim juga mengusulkan gelar pahlawan nasional bagi Gus Dur.
"Secara lisan, kami diberitahu 1 Oktober lalu sudah ditetapkan, tapi secara formalnya belum diberitahu," kata Kepala Dinas Sosial Pemprov Jatim, Mustofa Chamal Basya.
Jika nanti Gus Dur benar-benar ditetapkan sebagai pahlawan nasional, maka dalam keluarga besar Gus Dur ada tiga orang sekaligus yang diputuskan pemerintah sebagai pahlawan nasional. Selain Gus Dur, kakeknya KH Hasyim Asy'ari (pendiri NU) dan KH Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) lebih dulu ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Fenomena ini sangat langka di Indonesia maupun dunia.
Gus Ipul mengutarakan, rencana merenovasi makam Gus Dur di Pondok Tebuireng Jombang terus dilakukan. Diperkirakan butuh anggaran secara keseluruhan Rp 184 miliar untuk kepentingan itu. Saat ini, pemerintah melakukan proses pembebasan lahan. Untuk merenovasi makam Gus Dur diperlukan lahan seluas 4 hektare. Lahan ini dipakai untuk lokasi parkir, toilet dan menata pedagang kaki lima (PKL).
"Dana yang dibutuhkan secara keseluruhan Rp 184 miliar, dengan rincian Rp 11 miliar dari APBD Pemkab Jombang, Rp 30 Miliar dari APBD Jatim dan sisanya 143 miliar dari APBN," kata Gus Ipul.
( Ainur Rohim / CN16 )