
Jakarta, CyberNews. Presiden Republik Indonesia Ke-4, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh Islam yang sangat dihormati dan dibanggakan oleh masyarakat muslim di seluruh dunia.
Keberhasilan Gus Dur dalam memberikan contoh dan keteladanan tentang toleransi dan menjauhi konflik merupakan kontribusi besar dan sangat berharga bagi seluruh masyarakat di belahan dunia ini.
"Apalagi Gus Dur juga alumni Universitas Bagdad, jadi kami bangga mempunyai Gus Dur yang mendunia karena ketokohan, keilmuwan, kecerdasan dan keberaniannya dalam menghadapi berbagai tantangan di Indonesia dan dunia Islam," tutur Duta Besar Irak Ismeial Muhsin dalam kunjungannya ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jl. Kramat raya 164 Jakarta, Rabu (29/9).
Dalam Kunjungannya itu Ismeil diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj dan Sekretaris Jenderal PBNU Iqbal Sullam Samsun dan jajaran sekjen PBNU.
Menurut Ismeial, Gus Dur itu sudah melegenda bagi rakyat Irak. Banyak cerita mengenai kesan masyarakat Irak, khususnya di kota Baghdad mengenai Gus Dur, tokoh yang kemudian menjadi Ketua Umum PBNU selama tiga periode ini dan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB hingga wafatnya pada 30 Desember 2009 lalu itu.
Bagi rakyat Irak kata Ismeil, Gus Dur merupakan kebanggaan tersendiri karena beliau pernah belajar di Baghdad. Masyarakat Irak selalu mengenang Gus Dur dan mendoakan semoga Allah memberikan kelapangan di alam kuburnya. Selain, Gus Dur (yang kemudian mendirikan Pesantren Ciganjur ini) sangat terkenal di Irak sejak dahulu, terutama mengenai cerita tentang "Kepala Ikan dan Sepuluh Anjing."
"Pokoknya Gus Dur itu tokoh besar yang dikagumi dunia Islam dan non muslim. Karena itu saya berharap KH. Said Aqil Siradj bisa melanjutkan perjuangan Gus Dur selama ini," kata Ismeil berharap.
( A Adib / CN13 )