panel header


KEGEDHEN EMPYAK KURANG CAGAK
Banyak Pengeluaran, Kurang Penghasilan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
29 September 2010 | 08:55 wib
Murid SD Cukur Gundul, Mayor Minta Maaf

 

Wonogiri, CyberNews. Presiden Aeng-aeng Solo, Mayor Haristanto, meminta maaf bila aksi cukur gundul para murid di SD Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri, dinilai tidak edukatif. "Dari lubuk hati yang dalam, saya memohon maaf. Sekali lagi, saya memohon maaf," tandas Mayor Haristanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi massal cukur gundul murid SD Negeri 1 Ngadirojo Wonogiri, telah menuai protes, kritikan tajam, dan kecaman pedas dari berbagai kalangan dan tokoh. Tindakan itu dinilai tidak edukatif, bertentangan dengan tata tertib sekolah, dan merupakan tindakan mengekploitasi anak, serta menyeret siswa SD ke ranah politik praktis.

Pasalnya, cukur gundul murid secara massal itu, tidak masuk dalam ketentuan seragam pelajar, dan tidak diatur dalam tata tertib sekolah. Apalagi, aksi cukur gundul yang dilakukan pihak ketiga itu, kemudian diteruskan dengan aksi corat-coret penulisan di kepala plontos murid dengan kalimat "Danar Kakakku Bupatiku" itu berlangsung pada jam efektif belajar di sekolah.

Mayor sebagai penggagas ide kreatif itu, mengatakan, sejak awal pihaknya hanya ingin mengajak anak-anak untuk mensyukuri Danar Rahmanto yang memenangi Pilkada Wonogiri 2010. Pasalnya, Danar adalah lulusan SD Negeri 1 Ngadirojo tahun 1977, yang notabene merupakan kakak kelas dari para siswa yang sekarang bersekolah di SD Negeri 1 Ngadirojo.

Itu, ungkap Mayor, sebagai wujud syukur karena ada salah seorang kakak kelas dari murid sekarang bersekolah di SD Negeri 1 Ngadirojo, yakni Danar Rahmanto, dipercaya rakyat menjadi Bupati Wonogiri. "Jadi orang nomor satu di Kabupaten Wonogiri," ujar Mayor yang juga putra asli Wonogiri ini.

Gelar syukuran itu, sekaligus untuk memotivasi bahwa tidak hanya anak kota saja yang bisa berprestasi. "Anak desa pun juga punya hak yang sama untuk berprestasi," kata Mayor.

Menurut Mayor, ketika wujud syukur dilakukan dengan mencukur gundul, itu sepenuhnya dilakukan secara sukarela, tidak ada paksaan. Kalau kemudian hal itu menuai protes, kritikan dan kecaman, karena dinilai tidak edukatif, maka dengan kebesaran hati, Mayor meminta maaf yang sebesar-besarnya.

( Bambang Purnomo / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Mei 2012 | 18:04 wib
Dibaca: 14
26 Mei 2012 | 17:49 wib
Dibaca: 101
26 Mei 2012 | 17:40 wib
Dibaca: 117
image
26 Mei 2012 | 17:24 wib
Dibaca: 191
26 Mei 2012 | 17:09 wib
Dibaca: 194
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER