
Sukoharjo, CyberNews. Search And Rescue (SAR) Kabupaten Sukoharjo mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan iklim akhir-akhir ini. Lokasi rawan bencana seperti di sejumlah daerah di sekitar Kecamatan Bulu, Weru, Polokarto, Mojolaban dipantau selama 24 jam.
Cuaca ekstrim yang sulit diprediksi seperti kedatangan hujan deras disertai angin kencang ini membuat satuan itu dalam siaga penuh.
Komandan SAR Sukoharjo, Indra Surya saat ditemui wartawan di gedung DPRD mengatakan, kewaspadaan SAR ditindaklanjuti dengan memberlakukan standby. Sekitar 30 personil (pleton) anggota SAR siaga penuh di markas komando (mako) SAR di kawasan proliman atau di depan rumah dinas Bupati.
"Kami berlakukan kesiagaan penuh mengingat bencana alam seperti hujan deras yang disertai angin kencang bisa datang sewaktu-waktu. Seluruh personil standby," katanya.
Indra Surya yang juga Sekretaris Daerah Pemkab Sukoharjo ini mengatakan, seluruh perlengkapan SAR seperti perahu karet, pelampung P3K dan sepeda motor taktis juga ikut disiapkan.
Personil dan alat transportasi itu sangat diperlukan bila terjadi bencana alam yang membutuhkan penanganan cepat, seperti yang terjadi pada Sabtu (25/9) lalu, di Kecamatan Bulu dan Polokarto yang diserang angin puting beliung, Tim SAR langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pembersihan sisa-sisa bencana.
"Kegiatan tanggap bencana dengan menerjunkan personil itu dilakukan pasca kejadian bencana. Tim langsung melakukan pembersihan," katanya.
Disinggung mengenai ancaman banjir di Sukoharjo akibat meluapnya arus Bengawan Solo, Indra Surya mengatakan, kesiagaan banjir juga ditingkatkan di wilayah-wilayah yang rawan banjir. SAR Sukoharjo di bawah koordinasi pengawas induk di Waduk Gajah Mungkur (WGM).