
Slawi, CyberNews. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Tegal bakal mengusulkan pembebasan lahan di kawasan pertigaan Klonengan, Kecamatan Margasari. Dari hasil evaluasi institusi tersebut, upaya itu dinilai menjadi solusi yang tepat guna menyelesaikan persoalan kepadatan arus mudik dan balik Lebaran.
Kepala Dishubkominfo Kabupaten Tegal Ir Suhartono MM mengatakan, pembenahan di kawasan Klonengan, Margasari diperlukan untuk mengantisipasi kemacetan di jalur selatan itu. "Usai bertugas dalam PAM Lebaran, baru-baru ini, kami mengadakan evaluasi. Terkait kawasan Klonengan ini diperlukan pembebasan lahan," katanya.
Menurut dia, pembebasan lahan ini tentu saja diproyeksikan untuk pelebaran jalan di kawasan pertigaan Klonengan. Adapun, luasan tanah yang dibebaskan apabila mencapai rest area Klonengan bisa mencapai sekitar 3.000 meter persegi. Usulan ini baru dirancang oleh Dishubkominfo Kabupaten Tegal.
Sejauh ini, ia menjelaskan, kepadatan arus saat hari biasa itu tak menjadikan persoalan. Namun, jika situasinya memasuki arus mudik dan balik Lebaran, kepadatan lalu lintas ini berpotensi menimbulkan kemacetan. Selain terdapat perlintasan rel kereta api, di kawasan pertigaan Klonengan juga menjadi akses pengguna jalan tol Pejagan, Brebes yang hendak melewati jalur selatan.
Untuk mengantisipasi kemacetan, ia menuturkan, arus lalu lintas yang datang dari arah Purwokerto- Tegal dan Brebes- Purwokerto diberlakukan sistem buka tutup. Bersama dengan aparat kepolisian, pegawai Dishubkominfo mencoba mengatur arus lalu lintas dengan sistem buka tutup tersebut.
Secara bergantian, pengguna jalan harus bersabar saat melintasi kawasan pertigaan Klonengan tersebut. Upaya itu menjadi solusi sementara untuk mengatasi kepadatan arus lalu lintas di kawasan itu.