
Jepara, CyberNews. Pengelola KMP Muria, PT ASDP Cabang Jepara, mengeluarkan kebijakan baru soal penjualan tiket. Jika sebelumnya tiket kapal penumpang bisa dibeli lewat pemesanan dan di luar loket, mulai awal pekan ini hanya dilayani di loket resmi menjelang pemberangkatan kapal. Pembelian pun harus dilakukan langsung oleh calon penumpang, tidak melalui pemesanan.
''Setelah adanya keluhan dari calon penumpang yang gagal berangkat karena ketinggalan kapal pekan lalu, kami langsung ambil inisiatif dengan hanya melayani pembelian tiket di loket resmi yang ada di pelabuhan," kata Ishaq Abadi SSos, Pemimpin Cabang PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Jepara.
Kebijakan itu diambil, papar Ishaq, untuk mengantisipasi adanya calon penumpang yang sudah memegang tiket namun gagal berangkat. Sebelumnya, ASDP melayani pembelian tiket selama 24 jam, baik yang dilakukan di loket resmi maupun di kantor Jepara atau petugas ASDP yang ada di Karimunajwa. Calon penumpang sebelumnya juga bisa memesan tiket jauh hari sebelum jadwal keberangkatan kapal, jika akan menyeberang dari Karimunjawa ke Jepara atau sebaliknya.
Sebelumnya, kejadian Kamis (16/9) pekan lalu, adanya sejumlah calon penumpang yang telah membeli tiket namun gagal berangkat karena kapal sudah lebih awal bertolak, maka ASDP terpaksa melakukan kebijakan baru.
Pada kejadian tidak terangkutnya ratusan calon penumpang dari Karimunjawa yang diantaranya ada sejumlah orang yang sudah memegang tiket, Ishaq mengaku hal itu karena situasi arus balik yang diluar kebiasaan. Pemberangkatan lebih awal, yakni pukul 06.30 WIB dari jadwal 08.00 WIB juga akibat membeludaknya penumpang dan dikahwatirkan akan melebihi batas yang telah ditetapkan syahbandar.
Ishak menambahkan, saat itu hanya ada 19 calon penumpang yang sudah memegang tiket perjalanan dari Karimunjawa ke Jepara. Dan saat ini ASDP telah mengembalikan uang tiket sesuai dengan harganya. "Sejak dulu kami lebih fleksibel untuk melayani pembelian tiket dengan tidak hanya dilakukan di loket resmi. Namun karena ada protes dari sebagian calon penumpang, maka kami lakukan apa adanya saja," ujar Ishaq.
( Sukardi / CN27 )