
Wonogiri, CyberNews. Meningkatnya jumlah golongan putih atau golput, tidak mempengaruhi keabsahan penentuan hasil perhitungan pemilihan kepala daerah (pilkada) Wonogiri 2010. Demikian ditegaskan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri Drs Joko Purnomo, Senin (20/9).
Kata Joko, yang dihitung adalah pemilih yang nyoblos dan yang telah memberikan hak pilihnya secara sah. "Jadi meskipun dalam Pilkada 2010 ini jumlah golput-nya meningkat, itu tidak mempengaruhi keabsahan hasil penghitungan suara untuk
menetapkan pemenangnya," tegas Joko di sela-sela memimpin rapat pleno KPU dengan agenda rekapitulasi penghitungan suara.
Menurut Joko, dalam Pilkada Wonogiri 2010 ini terdapat sebanyak 35 persen pemilih yang tidak nyoblos. Jumlah ini, terhitung meningkat dibandingkan dengan angka golput pada Pemilu legislatif 2009 lalu, yang waktu itu golput-nya mencapai 31 persen. Aspek yang menyebabkan peningkatan golput, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Seperti sikap apatis pemilih, dan banyaknya kaum boro (perantau) yang tidak nyoblos.
Agenda rapat pleno yang digelar di gedung Giri Wahana kompleks GOR Girimandala Wonogiri ini, adalah rekapitulasi penghitungan hasil suara Pilakda di tingkat KPU, dilakukan dengan membacakan hasil rekapitulasi masing masing panitia pemilihan kecamatan (PPK) dari 25 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonogiri. Ini dilakukan secara terbuka, dan kemudian direkap dalam formulir penghitungan total.
( Bambang Purnomo / CN14 )