
Tegal, CyberNews. Jumlah pemudik arus balik yang melalui Terminal Kota Tegal mencapai 9.548 orang. Apabila dibandingkan pada hari sebelumnya, terjadi lonjakan penumpang mencapai lebih dari 100 persen.
Dari pantauan, akibat banyaknya pemudik yang akan kembali ke Jakarta dan daerah sekitarnya, di depan loket masuk Terminal Kota Tegal sempat terjadi antrean. Bahkan, para pemudik ketika masuk ke dalam bus terlihat saling berebut tempat duduk. Kondisi tersebut, juga menyebabkan harga tiket melambung. Untuk jurusan Tegal-Jakarta pada hari biasa hanya sekitar Rp 45.000/orang, beberapa hari terakhir naik menjadi Rp 80.000/orang.
Sejumlah penumpang ketika ditemui mengaku, meski harga tiket mengalami kenaikan cukup signifikan, namun mereka tetap memilih bus untuk kembali ke Jakarta. Alasannya, apabila menggunakan kereta api kondisinya lebih padat. Sedangkan, apabila menggunakan kendaraan sendiri, resikonya terlalu tinggi. "Bagi saya yang terpenting bisa cepat sampai Jakarta, karena pada hari Senin saya harus mulai bekerja," ujar Sumarno (45) warga Slawi, Kabupaten Tegal.
Menurut salah satu staf Terminal Kota Tegal, Ilham mengatakan, puncak arus balik yang melalui terminal terjadi pada H+7 dan H+8. Jumlah penumpang yang naik bus mencapai lebih dari 9.500 orang dari 349 bus yang diberangkatkan. Sedangkan, jumlah penumpang yang turun pada H+7 juga masih tinggi. Yakni, mencapai sekitar 7.657 orang dari 334 bus yang berhenti di terminal.
Ditemui terpisah, Kabag Ops Polresta Tegal, Kompol Zaenal Mutakin mengatakan, untuk mengantisipasi segala kemungkinan terkait arus balik Lebaran 2010, di terminal juga disiapkan petugas keamanan dan tim medis. Menurutnya, hingga hari ini situasi tetap terkendali dan tidak terjadi tindak kejahatan, seperti pembiusan maupun pencopetan. "Untuk pengamanan, personel kepolisian tetap disiagakan hingga tanggal 20 September," katanya.
( Wawan Hudiyanto / CN14 )