
Wonogiri, CyberNews. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri, Senin (20/9), akan menggelar rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Wonogiri 2010. Sebelum kemudian, Selasa (21/9) besok, akan dilanjutkan penetapan hasil Pilkada.
Ketua KPU Wonogiri Drs Joko Purnomo, mengatakan, gelar rapat pleno KPU ini, dilakukan setelah rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada di tingkat panitia pemilihan kabupaten (PPK) di 25 kecamatan se Kabupaten Wonogiri, seluruhnya telah selesai dilaksanakan. Ini ditandai dengan pengiriman dokumen hasil rekapitulasi dari semua PPK ke KPU Kabupaten Wonogiri.
Gelar rapat pleno KPU akan dilaksanakan di gedung Giriwahana kompleks GOR Girimandala Wonogiri. Dilakukan dengan pencatatan penghitungan hasil rekapitulasi dari masing-masing PPK, untuk kemudian dijumlahkan secara akumulasi dan dilakukan penetapan hasil final keseluruhan penghitungan se Kabupaten Wonogiri.
Hasil dari penetapan KPU ini, selanjutnya akan diumumkan ke masayarakat. Sebagai tahapan proses kelanjutannya, selama dua hari terhitung dari tanggal 22 sampai dengan 24 September 2010, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan keberatan terhadap hasil Pilkada.
"Sebelum kelak pada tanggal 25 September 2010, KPU melakukan penetapan calon terpilih," tegas Ketua KPU Wonogiri Joko Purnomo.
Menurutnya, proses rekapitulasi hasil Pilkada Wonogiri 2010, hasilnya tidak akan merubah hasil sementara perolehan suara yang telah dimenangkan oleh pasangan Cabup Danar Rahmanto dan Cawabup Yuli Handoko SE. Sebab, penghitungan suara yang selama ini telah masuk di KPU, telah bersifat penghitungan total atau 100 persen dari seluruh TPS yang ada di Kabupaten Wonogiri.
Dari penghitungan itu, tercatat jumlah suara sebanyak 598.487. Terdiri atas jumlah suara tidak sah sebanyak 9.623 (2%), dan sebanyak 588.864 (98%) suara sah. Dalam Pilkada Wonogiri 2010 ini, tambah Anggota KPU Mat Nawir SAg, sebenarnya memiliki potensi pemilih yang jumlah totalnya ada sebanyak 914.788 orang.
Dari jumlah itu, yang melakukan pencoblosan hanya 598.487 pemilih. Atau tingkat partisipasi pemilih dalam menyukseskan Pilkada hanya mencapai sekitar 65 persen. Sekitar 35 persen (316.691 pemilih) tidak menyukseskan Pilkada. Jumlah angka golput ini, terhitung meningkat dibandingkan dengan kesertaan pemilih pada Pemilu 2005 lalu yang hanya mencapai 31 persen.
Harapan untuk meningkatkan partisipasi dari kaum boro (perantau) yang mudik Lebaran pun, ternyata meleset. Sebab banyak perantau yang keburu melakukan perjalanan arus balik, sebelum datang hari H pencoblosan Pilkada.
Anggota Komisi A DPRD Wonogiri Abdullah Rabbani SE, menyatakan, banyaknya pemilih golput, disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti sikap apatis pemilih dan adanya tindakan provokatif dari oknum tak bertanggung jawab. "Saya dapat laporan ada gerakan yang memprovokasi pemilih untuk menjadi golput," kata Abdullah.
Kapolres Wonogiri AKBP Nanang Avianto, menyatakan, situasi yang kondusif ini diimbau untuk tetap dapat dilanjutkan, demi mengantarkan proses Pilkada selesai secara paripurna. "Jangan sampai terjadi kemunculan tindakan yang dapat menghambat atau menggagalkan proses Pilkada," tegas Kapolres Nanang Avianto.
( Bambang Purnomo / CN16 )