panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
17 September 2010 | 23:22 wib
Aniaya Maling Hingga Tewas, Satu Keluarga Ditahan

Surabaya, CyberNews. Berniat memberikan pelajaran kepada maling, eh tak tahunya satu keluarga malah masuk penjara. Itu yang dialami Sholikhul Huda (40) dan keluarganya. Dia bersama anggota keluarganya ditahan polisi setelah mengeroyok maling hingga tewas.

Sang pencuri tewas usai tercebur ke Sungai Brantas dan tenggelam. Selain Sholikhul Huda (40), anggota keluarga lain yang ditahan petugas Polsek Jambangan Surabaya adalah Suhartono (27) dan Lidya Dian (24), ketiganya warga Kebraon Gang I, Surabaya. Suhartono dan Lidya Dian ini merupakan kakak beradik, sedangkan Sholikhul Huda merupakan kakak ipar keduanya.

"Ketiga pelaku terbukti menganiaya dan mengakibatkan korban tercebur ke Sungai Brantas dan ditemukan tewas dua hari kemudian," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombespol Coki Manurung di Mapolsek Jambangan, Jumat (17/9).

Kejadian itu berlangsung pada 3 September 2010 lalu. Pencuri yang tak diketahui identitasnya itu beraksi dengan mencuri sachet minuman di warung milik Lely. Tak hanya di warung Lely, sang pencuri juga mencuri barang berupa benang obras di rumah Marsyim, mertua Sholikhul Huda. Tapi, aksinya itu diketahui.

"Saat itu, saya tengah tidur, saat dengar ada teriakan maling, saya langsung bangun dan mengejar maling itu," kata Suhartono.

Suhartono dibantu Sholikhul Huda dan Lidya Dian saat mengejar maling. Maling itu dikejar hingga penyeberangan di Jalan Kebraon I. Tak ingin tertangkap, pencuri ini lalu memanjat tali nambangan.

"Karena pencuri berusaha kabur, ketiga tersangka ini berusaha menghentikannya. Suhartono menggoyang-goyangkan tali nambangan, sementara Lidya dan Huda ini melempari tersangka dengan batu dari tepi sungai," tambah Kapolsek Jambangan AKP Mulyadi Setiawan.

Akibatnya, pencuri tercebur ke Sungai Brantas. Mayat si pencuri itu ditemukan di Sungai Brantas, di bawah jembatan tol Karah, pada 5 September 2010 sekitar pukul 06.30 WIB. "Setelah kita cocokkan identitas korban, ternyata sesuai dengan informasi ada pria tercebur di penyeberangan Kebraon I," ungkap Mulyadi.

( Ainur Rohim / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
05 September 2014 | 23:56 wib
Dibaca: 34714
05 September 2014 | 23:45 wib
Dibaca: 35967
05 September 2014 | 23:30 wib
Dibaca: 36278
image
05 September 2014 | 23:15 wib
Dibaca: 40372
05 September 2014 | 23:00 wib
Dibaca: 35423
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER