panel header


NGUYAHI BANYU SEGARA
Melakukan Hal yang Sia-Sia
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
15 September 2010 | 18:35 wib
Kecelakaan Arus Mudik dan Balik di Jateng, 28 Tewas!

 

Semarang, CyberNews. Selama berlangsungnya arus mudik dan balikhingga 14 September, tercatat 28 orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di sejumlah daerah di Jawa Tengah. Sementara kasus kecelakaan yang terjadi tercatat 184 kejadian.

Gubernur Jateng Bibit Waluyo menyatakan, kerugian akibat kecelakaan tersebut mencapai sedikitnya Rp 322 juta. Selain korban tewas, berdasar data Pos Terpadu Lebaran Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Jawa Tengah, 168 orang mengalami luka ringan. Sedangka penderita luka berat karena kecelakaan mencapai 49 orang.

"Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 287 kasus kecelakaan. Pada tahun 2009 lalu 76 orang meninggal dunia, 67 luka berat, 384 lainnya luka ringan," terang Gubernur kepada wartawan.

Bibit berharap, perilaku berkendara para pemudik bisa membaik dan lebih disiplin di masa mendatang agar angka kecelakaan bisa menurun bahkan nol. Selain kecelakaan lalu lintas, tercatat juga adanya peristiwa bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah. Banjir melanda di lima lokasi, sedangkan tanah longsor terjadi di tiga lokasi.

"Selama arus mudik Lebaran tahun ini tercatat 5,33 juta pemudik masuk wilayah Jawa Tengah. Kami berharap usai lebaran ini warga desa tidak ikut-ikutan merantau ke kota," harapnya.

Dikatakan, selama berlangsungnya arus mudik, seluruh moda transportasi baik darat, laut, maupun udara telah mencukupi kebutuhan penumpang. Meski masih ada pelanggaran kenaikan tarif, namun diakuinya sudah jauh lebih sedikit dari sebelumnya.

Bibit mengaku Lebaran tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Termasuk dari sisi pasokan bahan pangan dan kebutuhan lain dimana tidak terjadi kekurangan.

Sementara data pelanggaran tarif baru terjadi dua kali, yakni dilakukan Ramayana jurusan Jakarta-Semarang dan Jaya jurusan Pekanbaru-Pati. Kondektur bus tersebut menaikkan tarif melebihi ketentuan yang berlaku, dan korban telah melaporkannya ke Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Semarang.

Ketua LP2K, Ngargono, berjanji akan menindaklanjuti laporan itu ke Direktorat Perhubungan Darat Kementrian Perhubungan. Diakuinya, jumlah aduan tahun ini jauh lebih sedikit dibanding tahun 2009 lalu yang mencapai 10 bus. "Kami berharap pihak terkait bisa memberikan sanksi tegas kepada dua PO tersebut agar kejadian serupa tak lagi terjadi di masa mendatang," tuturnya.

( Saptono Joko Sulistyo / CN16 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
30 Juli 2014 | 16:00 wib
Dibaca: 12
image
30 Juli 2014 | 15:45 wib
Dibaca: 132
30 Juli 2014 | 15:30 wib
Dibaca: 98
30 Juli 2014 | 15:17 wib
Dibaca: 84
30 Juli 2014 | 15:02 wib
Dibaca: 123
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER