panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
12 September 2010 | 15:15 wib
Sinabung Berpotensi Kembali Meletus
image

Jakarta, CyberNews. Gunung Sinabung, yang sejak dulu dikenal sebagai gunung pasif selama ratusan tahun, mendadak "garang" setelah letusan dahsyat pada 27 agustus 2010 lalu. Bahkan, diprediksi, gunung ini berpotensi meletus dalam skala lebih besar.

Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Armi Susandi mengatakan aktivitas Gunung Sinabung tidak stabil dan bisa saja akan terjadi letusan baru. Tapi kapan terjadinya letusan masih sulit menentukan. “Melihat dari aktifitas yang meletus lagi meletus lagi, sebaiknya siap-siap kemungkinan akan terjadinya letusan baru,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (11/9).

Ia menilai dari tanda-tanda yang terlihat, letusan selama ini tidak membahayakan. Karena letusan yang sangat kuat ditunjukkan oleh tingginya awan debu ke permukaan. Padahal untuk sementara ini, awan debu masih sangat vertikal dan belum berhenti sehingga kemungkinan ada letusan baru.

“Tapi melihat dari arah letusannya dan informasi di sana hal ini tidak terlalu membahayakan. Debu-debu itu tidak terlalu banyak yang mendekat ke arah penduduk,” paparnya.

Namun ia mengingatkan jika melihat ukuran Sinabung, energi yang harus keluar dari perut gunung itu masih tinggi. Untuk sementara waktu wilayah itu sebaiknya disterilkan karena siapapun belum bisa memprediksi kapan letusan akan terjadi sementara energi di dalam gunung masih sangat tinggi.

Sementara jika melihat dari letusan berupa debu, gunung ini tidak mengalami keretakan. “Jika letusan berupa bongkahan batu, tandanya gunung itu retak dan sampai saat ini belum ada indikasi Sinabung mengalami keretakan,” imbuhnya.

Untuk saat ini menurut Armi, kondisi bisa diatasi dengan pengungsian. Hal itu karena dampak utamanya berupa debu halus, sehingga kemungkinan mempengaruhi masalah pernapasan dan menggangu penerbangan.

Sementara Associate Profesor di Jurusan Teknik Geofisika ITB Teuku Abdullah Sanny, menilai Gunung Sinabung agak aneh. Sinabung sudah lama tidak meletus dan bisa terjadi erupsi akibat pengaruh gempa. “Jadi kantong magmanya goyah dan terjadi kebocoran sehingga terjadi letusan,” katanya.

Abdullah Sanny menilai dalam beberapa pekan ke depan aktivitas gunung ini masih akan terus berjalan. Ia menyarankan agar warga di sekitar wilayah itu berhati-hati, dan tidak segera kembali karena masih sangat berbahaya. Sementara kemungkinan letusan masih akan terjadi lagi. “Tapi energinya sudah menurun, karena sudah dilepaskan di beberapa letusan terakhir. Tidak menurun total hanya tingkatnya melemah,” jelasnya.

Lalu kapan Gunung Sinabung berhenti meletus, atau apakah akan berlangsung berbulan-bulan? Armi Susandi mengatakan tidak ada satu orang pun yang bisa memprediksi kapan berhentinya. Namun yang pasti status gunung itu masih dalam kondisi berbahaya.

( Ini / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Mei 2012 | 17:24 wib
Dibaca: 51
26 Mei 2012 | 17:09 wib
Dibaca: 129
26 Mei 2012 | 17:00 wib
Dibaca: 142
26 Mei 2012 | 16:38 wib
Dibaca: 141
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER