
Foto: AFP
Ossetia, CyberNews. Polisi telah menahan tiga pelaku serangan bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya 17 orang di kota utama Kaukasus Utara, Rusia. Mereka ditahan atas dugaan keterlibatan dalam serangan bunuh diri mematikan di sebuah pasar yang sibuk di wilayah Ossetia Utara.
Informasi tersebut menyebutkan jumlah orang yang tewas dalam ledakan pada Kamis (9/9) di Vladikavkaz, sebuah kota besar di Kaukasus Utara, Rusia, bertambah menjadi 17 orang. Tidak seperti kebanyakan provinsi lain di wilayah Kaukasus dimana Muslim menjadi agama mayoritas yang dianut penduduk, Ossetia Utara lebih didominasi oleh umat Kristen Ortodoks. Serangan bom bunuh diri ini datang di saat umat Muslim sedang bersiap-siap merayakan Idul Fitri, hari libur yang menandai akhir bulan suci Ramadan.
Kepala keamanan federal, Alexander Bortnikov, mengatakan kepada kantor berita Rusia pada Kamis malam bahwa ketiga tersangka yang ditahan dicurigai sebagai pelaku pemboman. "Tiga orang telah ditahan karena dicurigai melakukan aksi terorisme. Sementara hanya ini yang bisa saya informasikan saat ini," kata Bortnikov saat ditemui di tempat kejadian.
Sebelumnya diberitakan, hampir 140 orang terluka dalam insiden pemboman di pasar yang penuh pengunjung. Para pejabat memperingatkan, jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena banyak korban yang luka-luka dalam kondisi kritis.
Otoritas Rusia mengatakan bahwa kejadian itu menghasilkan sebuah investigasi apa yang digambarkan sebagai "tindakan teror Kamis". Sementara, presiden Rusia, Dmitry Medvedev, bersumpah untuk menangkap para pelaku teror yang mengorganisir serangan itu.
( Al Jazeera / CN14 )