
Banyuwangi, CyberNews. Nur Kahfi, warga Dusun Krajan, Desa Kabat, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur, tewas mengenaskan setelah tertabrak kereta api Pandan Wangi jurusan Banyuwangi-Jember di perlintasan kilometer 76+4 antara Karangasem-Rogojampi, Kamis (9/9).
Akibat tertabrak kereta api dengan empat rangkaian gerbong itu, korban tewas seketika di tempat kejadian perkara dengan kondisi luka hampir di sekujur tubuhnya.
Didik masinis kereta api Pandan Wangi, menuturkan kereta berangkat dari Stasiun Banyuwangi Baru sekitar pukul 08.30 WIB menuju Stasiun Jember. Namun betapa terkejutnya ia ketika terlihat seorang laki-laki berjalan di atas rel kereta api.
Didik sudah berulangkali membunyikan bel kereta untuk memperingatkan pria itu (korban-red) untuk keluar dari jalur rel. "Namun meski sudah berkali-kali bel dibunyikan, tapi korban tidak juga keluar dari jalur rel kereta api," ujarnya.
Akhirnya tabrakan pun tidak dapat dielakkan. Didik mengatakan, meski kereta api berjalan dengan kecepatan sedang, tubuh korban sempat terpental jauh setelah tertabrak kereta api Pandan Wangi.
Setelah kejadian itu, korban langsung dibawa ke Stasiun Rogojampi untuk diserahkan kepada anggota keluarganya. Karena kereta api harus melanjutkan perjalanan sehingga jenazah korban langsung diterima petugas Pemberangkatan Perjalanan Kereta Api (PPKA), Sugeng Harjito.
Salah seorang anggota keluarga korban yang melihat kondisi jenazah Nur Khafi langsung tidak kuasa menahan rasa harunya. Bahkan, salah seorang diantaranya sampai meronta-ronta menangisi kepergian korban untuk selamanya.
Penyerahan jenazah korban dilakukan petugas PPKA Rogojampi, Sugeng kepada wakil keluarga korban, yang kemudian membawanya pulang untuk dimakamkan di komplek pemakaman umum desa setempat.
( Ant / CN26 )