
Tegal, CyberNews. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Tegal mengingatkan pemudik yang melintas di jalur pantura mewaspadai hujan yang turun sore dan malam hari.
Kepala BMKG Kota Tegal, Sartono mengatakan bagi pemudik yang mengendai sepeda motor maupun kendaraan pribadi agar lebih waspada saat melaju di jalan raya dan mengurangi kecepatan saat hujan. Sebab, dikhawatirkan hujan akan menghalangi jarak pandang dan membuat jalanan licin. Sehingga ada baiknya berteduh lebih dulu.
Sartono menyebutkan, meski saat ini telah memasuki musim kemarau, tetapi masih kerap turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sehingga kemarau tahun ini disebut kemarau basah.
Menurut dia, masih kerap turun hujan disebabkan pengaruh La Nina sehingga ada kecenderungan menambah massa uap air. Fenomena La Nina diprediksi akan terus dominan hingga Maret 2011 dan selanjutnya menuju kondisi netral pada Mei 2011.
Selain itu suhu permukaan laut (SST) Perairan Indonesia bersifat hangat. Hal ini akan menambah penguapan sehingga awan potensi hujan. SST perairan Indonesia diprediksi akan terus hangat higga Januari 2011.
Menambah Masa Uap
Sementara itu, fenomena dipole mode (DM) akan beada pada kondisi netral (negatif lemah) pada beberapa bulan ke depan. Dipole mode negatif akan menambah massa uap air ke Indonesia bagain barat. Dengan kondisi tersebut, maka kecenderungan musim kemarau 2010 lebih pendek dibanding normalnya.
Sedangkan pada Rabu (8/9) untuk ketingian gelombang di Laut Jawa khususnya di perairan pantura diperkirakan setinggi 0,5 meter. Sedangkan di sebelah selatan jawa (Samudera Hindia) diperkirakan 1,5-2 meter. Kondisi ini masih cukup aman bagi kegiatan berlayar.
"Dari hasil prakiraan , untuk tanggal 9 hingga 12 September untuk ketingian gelombang di Laut Jawa khususnya di perairan pantura diperkirakan setinggi 0,5 meter. Sedangkan disebelah selatan jawa bisa mencapai 2-2,5 meter," terangnya kemarin.
Sartono menyebutkan, ketinggian gelombang bisa bertambah tinggi apabila terjadi cuaca buruk. "Perlu diwaspadai akumulasi awan cummulonimbus (Cb). Sebab, bisa menambah kecepatan angin yang bisa menambah ketinggian gelombang,"ujarnya.
Menurut dia, cuaca buruk ini patut diwaspadai bagi para nelayan maupun perahu pemilik perahu wisata.
( Cessnasari / CN27 )