panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 September 2010 | 16:19 wib
Wartawan Solo Tuntut Dandim Karanganyar Dicopot

Solo, CyberNews. Seratusan wartawan yang tergabung dalam forum wartawan surakarta (FWTS) meminta agar Komandan Kodim Karanganyar Letkol Inf Lilik Sutikna dicopot dari jabatannya. Pernyataan tersebut terungkap saat seratusan wartawan di Surakarta mendatangi Makorem untuk audensi dengan Komandan Korem 0274 Warastratama Kolonel Inf Abdul Rahman Kadir, Rabu (8/9).

Ketua PWI cabang Kota Surakarta Budi Santoso dalam kesempatan tersebut menyatakan, kasus pemukulan yang dilakukan oleh Dandim Karanganyar sudah melewati batas.

"Kami berharap lebih baik Komandan Kodim Karanganyar dicopot dari jabatannya, karena tindakannya sudah meresahkan masyarakat luas, khususnya wartawan. Karena itu kami berharap Danrem mengambil tindakan tegas," ujar Budi Santoso.

Ketua Dewan Penasehat PWI Surakarta Begog D Winarso meminta agar kasus tersebut dikawal dan berlanjut ke pengadilan. Tujuannya agar menjadi pembelajaran, agar ke depan kasus serupa tidak terulang.

"Saya sungguh prihatin dengan peristiwa ini. Yang jelas, salah seorang petinggi Pangdam IV Diponegoro sudah memberikan informasi bahwa, apa yang dilakukan oleh Dandim Karanganyar telah mencoreng institusi militer. Entah benar atau tidak, pejabat tersebut mengatakan akan menarik Dandim ke Kodam.

Anjar, wartawan Kedaulatan Rakyat juga menyatakan, apa yang dilakukan Dandim tidak seharusnya dilakukan pada wartawan. Sebab, jika ada hal yang tidak sesuai dengan fakta, bisa ditempuh cara hak jawab.

Jaminan
Sementara itu Anas, Pimred Joglosemar meminta jaminan atas peristiwa tersebut dari Danrem. Utamanya akan keselamatan Triyono selaku korban pemukulan dan keluarganya.

"Bisa saja Triyono dan keluarganya mendapatkan ancaman dari oknum, karena itu kami juga minta kepastian jaminan keselamatan dari Danrem," ungkap Anas.

Menanggapi hal tersebut Danrem Kolonel Inf Abdul Rahman Kadir menyatakan, proses hukum terhadap anggotanya sudah berjalan. Saat ini Dandim sudah diperiksa secara internal di Makorem. Selain itu, proses hukum di Detasemen POM AD juga sudah berjalan.

"Kami sudah memeriksa secara internal Dandim Karanganyar. Insyaalloh kasus ini tetap akan berjalan dan akan dikawal, jadi tidak perlu khawatir, saya juga tidak akan menutup-nutupi anggota yang melakukan kesalahan," ungkap Danrem.

Berkait dengan copot mencopot jabatan, Danrem tidak menjelaskan secara spesifik. Menurut dia, perbuatan yang terjadi di Karanganyar itu merupakan tindakan oknum TNI. Karena itu pihaknya tidak mau digeneralisasi, bahwa semua anggota TNI seperti itu. "Soal kemungkinan adanya intimidasi dari oknum, saya memberikan jaminan. Tidak akan ada anggota, tidak perlu takut," tegas Danmrem.

Pihaknya juga berhara, kasus pemukulan di Karanganyar tersebut tidak merengganggkan hubungan antara TNI khususnya di wilayah Korem warastratama dengan wartawan. Sebab hubungan baik tersebut selama ini sudah terjalin. "Mari kita kawal kasus ini bersama-sama. Dan mewakili seluruh anggota TNI di lingkup Korem, saya minta maaf pada Triyono, Solopos serta wartawan."

( Heru Susilo / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 17:09 wib
Dibaca: 90
26 Mei 2012 | 17:00 wib
Dibaca: 127
26 Mei 2012 | 16:38 wib
Dibaca: 135
image
26 Mei 2012 | 16:28 wib
Dibaca: 190
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER