
Batang, CyberNews. Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg menghadapi lebaran, Pertamina telah memberikan tambahan alokasi 1.500 tabung per hari untuk kabupaten Batang.
"Khusus lebaran, ada penambahan 20 persen dari hari biasa. Berarti ditambah 1.500 tabung per hari," ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Batang, Suharyanto, Senin (6/9).
Ia menyatakan, saat ini kuota tabung gas 3 kg yang diberikan untuk Batang 6.000. Dengan adanya tambahan 1.500 tabung gas dari Pertamina menyambut lebaran, berarti setiap harinya ada 7.500 tabung gas yang beredar. Ini bisa memenuhi kebutuhan konsumsi gas di masyarakat yang meningkat menghadapi lebaran.
Dikatakan, kuota gas ideal untuk Batang 15 ribu per hari. Namun, selama ini di pedesaan-pedesaan, masyarakat yang mendapatkan tabung hasil konversi dari minyak tanah ke gas banyak yang tidak menggunakannya.
Banyak dari mereka yang tetap memilih menggunakan kayu bakar daripada menggunakan gas. Penambahan 1.500 tabung sendiri, hanya dilakukan khusus menghadapi lebaran saja. "Kalau sampai terjadi kelangkaan dan lonjakan harga, Pertamina telah menyiapkan tangki khusus untuk tambahan gas," ucapnya.
Suharyanto menghimbau agar menyambut lebaran, pangkalan tidak menaikan harga jauh di atas harga eceran tertinggi (HET). Karena itu bisa merugikan masyarakat. Sebab,persediaan gas dijamin aman dan tidak akan kekurangan.
Sementara, Kasi Perlindungan Konsumen dan Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Suradal menambahkan, kenaikan harga gas elpiji menjelang lebaran ini mencapai 10-13 persen. Ini diketahui setelah melakukan pantauan di delapan pasar besar yakni Pasar Batang, Gringsing, Limpung, Tersono, Subah, Bandar, Bawang dan Warungasem.
Harga di kisaran Rp 14.000-Rp 15.000 sekarang ini, tergantung jauh tidaknya dari agen. Sementara harga di agen sendiri Rp 13.500 per tabung. "Hal ini dinilai wajar, karena permintaan meningkat. Setelah lebaran turun lagi. Biasanya memang begitu," katanya.