
Jakarta, CyberNews. Kritikan terhadap Presiden SBY melalui opini di harian Kompas hari ini (6/9), membuat Adjie Suradjie terancam mendapat sanksi dari Mabes TNI AU. Kapuspen TNI AU Marsma Bambang Sulistyo mengatakan bahwa tulisan Adjie yang mengatasnamakan "Aggota TNI AU" tersebut melanggar etika, karena tidak dibenarkan seorang anggota TNI AU mengkritik panglima tertingginya.
Bambang menambahkan, Adjie yang kini berpangkat kolonel dan bertugas di Dinas Kepersonaliaan Mabes TNI AU telah melanggar kode etik dan terancam akan menghadapi sidang kode etik.
Dalam tulisannya, Adjie menguraikan mengenai seorang pemimpin ideal dengan upaya pemberantasan korupsi yang tak kunjung tuntas. Dia menyebutkan, Indonesia sudah dipimpin oleh lima presiden yang masing-masing mempunyai ciri kepemimpinan tersendiri.
Mulai dari Soekarno sebagai bapak proklamator, Soeharto sebagai bapak pembangunan dan perbaikan kehidupan sosial, Habibie dengan teknologinya, Gus Dur dengan pluralisme dan egalitarianismenya, dan Megawati sebagai peletak dasar demokrasi, ratu demokrasi, hingga SBY yang kini menjabat.
"Namun sayang hingga presiden ke-enam (SBY) ada hal yang buruk yang belum berubah yaitu perilaku korup para elite negeri. Akankan korupsi menjadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab," tulis Adjie.
Adjie juga menyebutkan perlu adanya keberanian seorang pemimpin dalam mengambil keputusan. Menurut dia, seorang pemimpin tanpa keberanian bukan pemimpin sejati. Keberanian muncul dari kepribadian kuat, sementara keraguan datang dari kepribadian yang goyah. "Oleh karena itu di sisa waktu pemerintahannya dengan jargon reformasi gelombang kedua, SBY bisa memberikan pencerahan, artinya pencanangan pemberantasan korupsi bukan sekedar retorika politik untuk menjaga komitmen dalam membangun citranya," tulis Adjie.
( dtc / CN14 )