
Medan, CyberNews. Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat, aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Tanah Karo, Sumatra Utara, masih tinggi dalam dua hari terakhir.
Ketika menunggu kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Lapangan TNI Angkatan Udara Medan, Senin (6/9), Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono mengatakan, tingginya aktivitas itu terlihat dari banyaknya gampa vulkanik yang terjadi.
Pada Sabtu (4/9), PVMBG mencatat telah terjadi 25 kali gempa tektonik. Sedangkan pada Ahad (5/9), getarannya meningkat menjadi 82 kali. Jumlah gempa vulkanik tersebut dinilai sangat tinggi jika dibandingkan dengan peristiwa serupa pada hari-hari sebelumnya.
Selain itu, kata Surono, PVMBG juga menemukan kondisi Gunung Sinabung yang mengembung selebar 3,4 milimeter dalam dua hari terakhir. Penggembungan itu terjadi karena besarnya desakan dari dalam bumi sehingga menimbulkan berbagai kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Karena itu, dengan tingginya aktivitas Gunung Sinabung tersebut, pihaknya merekomendasikan agar masyarakat tetap bertahan di lokasi pengungsian.
Meski demikian, Surono belum dapat memastikan jika meningkatnya aktivitas itu akan menyebabkan Gunung Sinabung meletus lagi. "Tidak dapat dipastikan, tetapi potensi ke arah itu ada," katanya.
Sebelumnya, Gunung Sinabung meletus pertama kali pada Ahad (29/8) dinihari, pukul 00:08 WIB, serta mengeluarkan asap dan abu hitam yang diserta lontaran lava pijar. Akibat meletusnya Gunung Sinabung itu, ribuan masyarakat diungsikan ke sejumlah lokasi yang dianggap aman dalam radius minimal enam kilometer dari kaki gunung tersebut.
( Ant / CN27 )