
Semarang, CyberNews. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Sabtu (4/9), mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas kepada Malaysia yang dipandang sering membuat ulah dan menyulut konflik dalam beberapa hal. Di tengah terik matahari, ratusan sivitas akademika, yakni dosen, mahasiswa, dan karyawan, berpawai keliling Kota Semarang dengan dikawal 'voorrijder' (mobil polisi). Mereka meneriakkan yel-yel anti-Malaysia dan membagikan selebaran yang intinya menyerukan kepada masyarakat agar menyatakan kekecewaan terhadap Malaysia.
Sesampainya di depan Gedung Berlian Jalan Pahlawan, mereka berhenti sejenak untuk menggelar orasi. Dengan berpakaian adat Papua, beberapa mahasiswa melakukan aksi teatrikal di atas truk trailer. Mereka seringkali memeragakan adegan memanah yang menandakan agar pemerintah Indonesia jangan diam saja menanggapi ulah Malaysia.
Koordinator aksi, Sukirno mengatakan, kedaulatan Indonesia sudah seharusnya ditegakkan sebagai wujud kemerdekaan rakyat Indonesia dari hasil perjuangan revolusi kemerdekaan. "Untuk itu, Malaysia seharusnya menghormati hak-hak bangsa Indonesia. Kalau mereka berlaku sebaliknya, berarti tidak niat mewujudkan perdamaian dunia dan sama saja merenggut hak asasi pihak lain," ujarnya dengan tegas.
Pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa untuk merajut dan memperkuat tali-temali rasa kebangsaan, agar bisa bersama-sama berkemampuan menjadi pengawal setia keberlangsungan Indonesia sehingga benar-benar terwujud kemakmuran dan keadilan bagi seluruh masyarakat.
( Hadziq Jauhary / CN14 )