panel header


CRAH AGAWE BUBRAH
Bercerai Kita Runtuh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 September 2010 | 20:50 wib
Beredar Dodol Dibungkus Plastik Bekas Kondom
image

Purworejo, CyberNews. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo mengimbau masyarakat di Kabupaten Purworejo untuk lebih waspada dan lebih berhati-hati saat membeli makanan di pasar.

Pasalnya, menjelang Lebaran ini masih ditemukan banyak sekali makanan yang kondisinya rusak, sudah kedaluwarsa, dan jamuran yang masih dipajang. Penemuan itu didapati di pasar-pasar pelosok desa.

Selain itu, yang krusial dan perlu mendapat perhatian khusus dari masyarakat adalah adanya peredaran makan dodol yang dibungkus menggunakan plastik bekas kemasan alat kontrasepsi kondom. Dodol "kondom" ini diedarkan di sekolah-sekolah dan pertama kali ditemukan di SD di Desa Plipiran, Kecamatan Bruno.

Dodol yang dijual itu warnanya tetap coklat namun bungkusnya plastik warna hijau dan bertuliskan: Kondom Untuk Program KB Nasional. Penggunaan plastik bekas kemasan kondom untuk bekas kondom itu sangat tidak etis, bahkan melanggar ketentuan UU Perlindungan Konsumen.

Kepala Dinkes Purworejo dr Kuswantoro yang dimintai konfirmasi melalui Kasi Farmasi Makanan Minuman dan Perbekasan Kesehatan (Farmamin) Drs Triyanto APt MKes membenarkan hal itu.

Dia menjelaskan, penemuan itu bermula dari laporan salah satu guru di SDN Plipiran. Awalnya seperti biasa bel istirahat berbunyi, para siswa langsung menyerbu tempat jajanan. Beberapa anak terlihat membeli jajanan dodol sebesar permen.

Ada guru yang memperhatikan jajanan itu dan betapa terkejutnya ketika mengetahui ternyata dodol itu, dibungkus plastik bekas kemasan kondom.

Seketika itu juga guru tersebut langsung melaporkannya ke Dinkes dan ditindaklanjuti dengan penelusuran dan pelacakan asal usul makanan. Petugas Dinkes mendatangi warung yang menjual dodol di dekat SDN Plipiran Bruno. Sayang sekali saat
ditanyakan pemilik warung tidak mengetahui jelas si pemasok dodol tersebut.

Pemilik warung hanya menjelaskan dodol tersebut dipasok salah satu sales yang menggunakan mobil boks dengan plat nomor Cirebon. Namun identitasnya tidak diketahui secara pasti. Akibatnya Dinkes kesulitan melaca asal usulnya, terutama tempat produksinya.

Oleh karena itu, Dinkes mengimbau masyarakat agar waspada dan segera melapor jika ada kejanggalan pengemasan makanan semacam itu. Para pedagang juga diminta tidak segan-segan untuk meminta KTP atau identitas lainnya dari sales yang berasal dari luar daerah.

( Nur Kholiq / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 16:38 wib
Dibaca: 66
image
26 Mei 2012 | 16:28 wib
Dibaca: 129
26 Mei 2012 | 16:22 wib
Dibaca: 130
26 Mei 2012 | 16:16 wib
Dibaca: 243
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER