
Sukoharjo, CyberNews. Polres Sukoharjo, Minggu (5/9) siang ini, akan melakukan pembongkaran makam Sri Rusmini, korban pembunuhan keenam Yulianto (40) di Pacitan, Jawa Timur. Perjalanan menuju Pacitan dipimpin Kasat Reksrim AKP Sukiyono.
"Kami baru dalam perjalanan menuju Pacitan," begitu kata AKP Sukiyono saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Menurutnya, Sri Rusmini dimakamkan di Desa Widoro, Kecamatan Donorejo, Kabupaten Pacitan. Korban diduga dibunuh Yulianto antara tahun 2003-2004 di rumah majikannya di Kota Solo. Motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi kekesalan pelaku atas permintaan korban yang meminta dinikahi setelah keduanya membina hubungan gelap.
Menurut Sukiyono, pengangkatan jenazah dari makam tersebut diperlukan untuk memeriksa penyebab kematian korban. Rencananya, setelah diangkat jenazah itu akan langsung dibawa ke Laboratorium Forensik Rumah Sakit Dr Moewardi Surakarta.
Dikatakannya, Sri Rusmini pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Hardono seorang pengusaha di Solo. Majikan korban mengira jika pembantunya meninggal akibat penyakit jantung, sehingga segera menyerahkan jenazah kepada keluarga. Kemudian, keluarga memakamkan di daerah asalnya, Pacitan.
Sri Rusmini ada korban keenam. Korban lain yang berhasil diungkap adalah Kopda Santoso, anggota Kopassus, Grup 2 Kandang Menjangan, Sugiyo dan Siti Aminah, warga Sraten, Pucangan Kartasura, dan Suhardi warga Topesan, Gumpang, Kartasura.
( Budi Sarmun S / CN12 )