
Kudus, CyberNews. Pengiriman paket barang yang melalui PT Titipan Kilat (Tiki) di sejumlah kota di wilayah Karesidenan Pati mengalami peningkatan cukup tinggi. Kenaikan cukup drastis itu dipicu oleh banyaknya konsumen yang mengirimkan paket Lebaran.
Pimpinan PT TIKI wilayah Karesidenan Pati yang berkantor di Kudus, Oki Brilian mengatakan, tingkat lonjakan kenaikan, baik untuk pengiriman barang datang atau keluar, mencapai 200 persen hingga 300 persen. Meliputi wilayah Kudus, Blora, Pati, dan kota-kota lain.
"Mendekati Lebaran ini pengiriman barang datang sebesar rata-rata 14 ton per bulan dan barang keluar sebesar 10 ton per bulan. Jumlah itu melonjak jika dibandingkan hari-hari biasa yang hanya sebesar 4-5 ton per bulan," kata Oki, saat ditemui di kantornya, Minggu (5/9).
Dia menerangkan, peningkatan volume pengiriman barang memang hampir terjadi setiap momen Lebaran. Meski demikian, lonjakan pengiriman mendekati Lebaran kali ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan tahun lalu, yang hanya berkisar 10 ton per bulan.
Jenis barang yang dikirim paling banyak adalah pakaian atau tekstil dan makanan. Sementara daerah tujuan pengiriman paket antaran yang paling banyak antara lain Kalimantan dan Sulawesi. "Omzet pengiriman hari biasa sebesar Rp 100 juta - Rp 150 juta per bulan, sementara kalau mendekati Lebaran meningkat Rp 250 juta-Rp 300 juta per bulan,"ujarnya.
Oki menambahkan, pengiriman barang itu sesuai permintaan harus sampai di tempat tujuan sebelum Lebaran. Untuk memaksimalkan pelayanan maka PT TIKI tidak melayani order pengiriman mulai Selasa (7/9). Hal itu dikarenakan padatnya tingkat lalu lintas pengiriman melalui pesawat. Jasa pengiriman, menurut Oki, mendekati Lebaran juga hanya melayani kategori layanan kilat khusus. Sementara kategori reguler atau biasa untuk sementara tidak tersedia.
( Adi Prianggoro / CN12 )