panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
03 September 2010 | 21:45 wib
Bantu Korban Banjir Pakistan
Tim Medis ACT Bekerja Memuaskan

Islamabad, CyberNews. Lima hari bertugas membantu korban banjir di Rumah Sakit Charsadda di Propinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan, Tim Medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) diminta bertolak ke Provinsi Sindh, karena banjir saat ini terjadi di wilayah tersebut.

Posisi tim medis ACT di RS Charsadda digantikan tim Depkes RI yang baru tiba. Tim Depkes akan melanjutkan system pelayanan yang sudah dibuat Tim Medis ACT.

Direktur Program ACT, Bayu Gawtama dari Charsadda lewat rilis beritanya, Jumat (3/9/2010) melaporkan, di RS Charsadda, ratusan pasien setiap harinya antri dan memadati bagian depan ruang praktek tim medis ACT. Padahal masih ada dokter- dokter lain yang juga bertugas di ruang praktek berbeda.

Salim, seorang petugas kesehatan di rumah sakit tersebut mengungkapkan bahwa warga merasa pelayanan kesehatan yang dilakukan tim medis asal Indonesia lebih memuaskan. "Tim medis Indonesia, pelayanan bagus dan obatnya berkualitas," ujarnya menjelaskan alasan banyaknya warga yang memilih untuk antri di depan ruang praktek tim medis ACT.

Yang dimaksud pelayanan bagus oleh Salim adalah, selain keramahan yang diberikan saat melayani para pasien adalah peraturan satu pintu yang diterapkan tim medis ACT.

Sebelum tim ACT tiba dan bertugas di rumah sakit tersebut, para pasien dibuat antri dan berjubal di dua pintu, pintu ruang praktek dokter dan pintu apotik. Perlu perjuangan ekstra keras bagi para pasien tersebut, baik untuk mendapat pemeriksaan, begitu juga ketika hendak menebus resep mereka dengan obat.

Wanita tua, anak-anak dan lelaki dewasa saling berebut dan mendahului. Selain tidak efisien, tidak manusiawi, juga tidak ada kontrol tentang obat yang diberikan apakah sesuai dengan resep yang ditulis dokter.

Dalam misinya ke Pakistan, ACT menyertakan dua dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia, yakni dr. Adji Suranto dan dr. Jaya Ariheryanto Effendi.

Kendala bahasa sudah mampu diatasi dengan kehadiran Yusuf, relawan ACT yang merupakan mahasiswa asal Indonesia yang menguasai bahasa Urdu dan Pastun. Selain Yusuf, beberapa staf lokal yang bisa berbahasa Inggris pun ikut membantu, salah satunya Adnan.

Sedangkan Salim, punya tugas khusus untuk menjaga pintu ruang praktek agar para pasien tidak menerobos masuk. Lengah sedikit saja, maka para pasien langsung merengsek masuk ke ruang praktek dan menyulitkan tim bekerja.

Bayu juga melaporkan, situasi keamanan juga menjadi kendala tersendiri. "Dalam sepekan ini Pakistan sedang marak bom bunuh diri. Dalam 24 jam terakhir terjadi bom meledak di 2 tempat, Karachi dan Lahore," jelasnya.

( Wisanggeni / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 16:22 wib
Dibaca: 19
26 Mei 2012 | 16:16 wib
Dibaca: 75
26 Mei 2012 | 15:57 wib
Dibaca: 251
26 Mei 2012 | 15:46 wib
Dibaca: 134
image
26 Mei 2012 | 15:31 wib
Dibaca: 160
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER