
London, CyberNews. Harga minyak dunia turun akibat aksi ambil untung (profit taking) pada Kamis (2/9), padahal sehari sebelumnya melonjak di tengah menguatnya data manufaktur Amerika Serikat dan China, kata para pedagang.
Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Oktober turun 59 sen menjadi 75,76 dolar per barel pada akhir perdagangan London. Kontrak utama New York, minyak mentah light sweet untuk penyerahan Oktober, merosot empat sen menjadi 73,87 dolar.
Harga minyak melompat sekitar dua dolar pada Rabu didukung menguatnya data manufakturdari Amerika Serikat dan China, dua negara konsumen minyak terbesar di dunia.
Dalam perdagangan minggu volatile, harga minyak turun tajam pada Senin dan Selasa karena sebagai pedagang cemas atas laju pemulihan ekonomi AS dan pertumbuhan persediaan bahan bakar.
"Harga minyak naik tajam pada Rabu, meskipun pasar gagal menutup semua kerugian besar Selasa yang mengejutkan," kata Edward Meir, analis di broker MF Global.