
Ungaran, CyberNews. Gempa berkekuatan kecil yang melanda Ambarawa dan sekitarnya, Kamis (2/9) sekitar pukul 18.15 WIB, menggegerkan warga Kota Palagan dan beberapa daerah sekitarnya seperti Banyubiru, Jambu, dan Salatiga.
Hendro Teguh (32) warga Kelurahan Kranggan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, mengatakan, gempa tersebut berlangsung singkat. "Saya saat itu sedang menikmati buka puasa. Gempa terjadi sekitar tiga detik. Tidak ada perabot rumah tangga yang rusak. Namun warga panik dan berlarian ke luar rumah,'' jelas Hendro, semalam. Warga tersebut mengaku tidak mengerti darimana sumber gempa.
Heru Susatyo (47) warga Perum Ambarawa Asri menjelaskan, dua hari yang lalu juga terjadi gempa namun sangat kecil hampir tidak terasa. ''Kalau yang tadi sore (semalam-red) cukup terasa. Saya terasa goyang-goyang saat berbuka puasa. Saya kaget langsung lari keluar rumah,'' jelas Heru.
Sementara itu di Ngrengas Ambarawa, seorang warga bernama Widiastuti (42) mengatakan, dirinya bersiap tidur di luar rumah karena khawatir terjadi gempa susulan yang lebih besar. ''Tadi saya terasa tanah seperti bergerak. Saya langsung keluar rumah,'' ungkapnya.
Khotimatul Latifah (14) warga Jambu Lor, Kecamatan Jambu, juga merasakan hal yang sama. ''Sendok garpu yang ada di atas kulkas mendadak jatuh ke lantai karena ada gempa,'' ucap pelajar SMP tersebut.
Slamet Basuki (30) warga Sumurup, Asinan, Bawen, juga mengakui adanya fenomena alam tersebut.
Informasi dari beberapa warga, gempa petang tadi juga membuat panik pengunjung di swalayan Laris. Seorang penjaga yang enggan disebut namanya mengaku, sebagian pengunjung berlarian saat ada gempa.
Belum ada laporan korban dari kejadian ini. Kerusakan di rumah penduduk juga tidak tampak akibat gempa.
( Rony Yuwono / CN13 )