
Semarang, CyberNews. Hampir sepekan menjelang Lebaran, harga daging ayam ras (broiler) dan ayam kampung kembali naik. Pantauan Suara Merdeka di beberapa pasar tradisional, Kamis (2/9).
Kenaikan harga terjadi antara Rp 1.000-Rp 5.000 per ekor. Jika sebelumnya harga daging ayam broiler Rp 25.000-Rp 26.000 per ekor, saat ini naik menjadi Rp 26.000-Rp 27.000 per ekor.
Sementara harga daging ayam kampung klasifikasi B dari Rp 27.000 - Rp 28.000 per ekor naik menjadi Rp 32.000-Rp 33.000 per ekor. Harga ayam kampung klasifikasi A yang semula Rp 35.000 naik menjadi Rp 40.000 per ekor.
Wulansari (37) pedagang di Pasar Gayamsari mengatakan, kenaikan harga daging ayam terjadi pada tingkat peternak hingga ke pemasok. Selain itu, naiknya harga ayam disebabkan karena tingginya permintaan. "Harga berangsur-angsur naik mulai bulan Puasa. Orang banyak mencari daging ayam," katanya.
Pedagang di Pasar Johar, Taslam (56) menyebutkan, permintaan ayam meningkat sejak H-10 Lebaran. Jika biasanya jumlah ayam potong yang terjual per harinya berkisar 50 kilogram, saat ini terjual hingga 70 kilogram. "Diperkirakan, peningkatan penjualan terjadi pada H-3 hingga H-1 Lebaran. Harganya pun diperkirakan akan melonjak hingga 50%," ujarnya.
Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng menyebutkan, hingga akhir Agustus harga ayam kampung naik sekitar 2,15% atau sekitar Rp 900. Dari harga rata-rata bulan Juli Rp 41.869 naik jadi Rp 42.770. Sedang harga ayam broiler naik dari Rp 25.815 jadi Rp 26.010.
Selain daging ayam, kenaikan harga juga terjadi pada komoditi kacang tanah, kacang mete, terigu, dan sejumlah jenis sayuran. Harga kacang tanah kupas yang semula Rp 15.000-Rp 17.000 per kg naik menjadi Rp 22.000-Rp 25.000 per kg. Sementara harga kacang tanah tanpa kupas naik dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 14.000 per kg.
Aminah (45), pedagang di Pasar Bulu mengatakan, permintaan akan kacang tanah kupas meningkat sejak memasuki minggu ketiga puasa. "Orang yang membelinya minimal dua kilogram," kata Aminah.
Kenaikan harga yang paling menonjol juga terjadi pada kacang mete. Harga kacang itu naik dari Rp 50.000-Rp 60.000 per kg menjadi Rp 80.000 kg. Selain itu, kenaikan harga juga terjadi pada terigu. Harga terigu kemasan bermerek yang semula Rp 7.500 per kg naik menjadi Rp 12.000 per kg.
Sementara harga sejumlah sayuran seperti tomat dan bawang putih juga naik. Harga tomat naik dari Rp 4.000-Rp 6.000 per kg naik menjadi Rp 7.000 - Rp 8.000 per kg. Harga bawang putih naik dari Rp 4.000 per kg menjadi Rp 7.000 per kg.
Harga bahan pokok lain yang turut meningkat diantaranya telur ayam yang naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan harga daging sapi sejak maraknya daging gelonggongan, meningkat dari Rp 45.000 per kilogram menjadi Rp 56.000 per kilogram.
( Fani Ayudea , Fista Novianti / CN13 )