
Bandung, CyberNews. Pihak kepolisian menyatakan jalur lingkar Nagreg, Kabupaten Bandung secara teknis sudah dapat digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran 2010.
Meski demikian, mereka tetap mempersiapkan skenario penanganan kemacetan total di jalan baru sepanjang 5,4 Km itu. Petugas kembali mempergunakan sepenuhnya jalur lama bagi kendaraan di masa puncak angkutan. Selain itu, petugas akan selektif mengarahkan kendaraan yang akan menggunakan jalur tersebut, kendati sebenarnya penggunaannya bersifat terbuka.
Menurut Kapolda Jabar Irjen Pol Sutarman, hasil evaluasi kegiatan ujicoba jalur lingkar Nagreg lebih dikarenakan pengemudi tidak paham jalur. Buntutnya, sejumlah kendaraan tidak kuat menanjak dan menjadi penyebab kemacetan.
Demikian Irjen Pol Sutarman usai kegiatan gelar pasukan pelaksanaan "Operasi Ketupat Lodaya 2010" di Lapangan Gasibu Bandung, pada H-8, Kamis (2/9).
"Hasil ujicoba Rabu kemarin menunjukan masyarakat belum tahu, kapan over perseneling, kapan mempercepat laju kendaraan, kapan harus tancap gas, sehingga pada puncak ketinggian itu beberapa kendaraan tidak kuat terutama truk ukuran tiga perempat tapi ini karena beban bawaannya berlebihan, sementara bus-bus kuat menanjak," tandasnya.
Puncak ketinggian yang dimaksud perwira tinggi bintang dua itu adalah tanjakan di titik Km 2+600, yang oleh petugas kepolisian setempat disebut tanjakan hape. Selain itu, kawasan itu termasuk rawan longsor.
Untuk itu, pihaknya akan mengosentrasikan personil di titik-titik rawan itu. Pos pengawasan juga didirikan sebelum kendaraan dari arah timur seperti Garut, Tasikmalaya, dan Jateng. Gunanya, pos itu akan menyortir kendaraan yang dianggap layak ke jalur tersebut.
"Pada hari pelaksanaan, pos itu digunakan untuk penilaian, kita gunakan jalan itu selektif, semua kendaraan masuk, begitu truk terseok-seok, kita ambil langkah, di antaranya disarankan ke jalur lama," katanya.
( Setiady Dwi / CN13 )