
Semarang, CyberNews. Gempa tektonik 3,1 Skala Richter terjadi Kamis (2/9), pada pukul 18:02:04 berpusat di kedalaman 11 kilometer atau sekitar 20 km barat laut Kota Magelang. Gempa di posisi 7,33 LS-110,42 BT terasa sampai di Salatiga, Ambarawa, dan Ungaran.
"Gempa tektonik ini kekuatannya kecil, tapi cukup terasa karena pusatnya di darat dan kedalamannya dangkal, kurang dari 30 kilometer," jelas Kasi Data dan Informasi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, Toni Agus Wijaya, semalam.
Menurut Toni, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari gempa tektonik tersebut. Kendati dalam rentang puluhan tahun jarang terjadi, gempa tektonik ini hanya dampak dari aktivitas patahan kulit bumi.
Kondisi pergerakan patahan ini merupakan fenomena alam, karena setiap waktu kulit bumi senantiasa bergerak akibat dorongan tenaga di dalam bumi. Memang di sekitar Jateng bagian utara dan tengah ada patahan lokal, tapi frekuensi untuk terjadi gempa tektonik sangat jarang dibanding dengan wilayah Jateng bagian selatan.
Untuk itu masyarakat tidak usah takut, karena gempa tektonik di darat ini tidak terlalu berdampak terhadap kerusakan bangunan. "Paling parah, hanya benda-benda yang tergantung jatuh, tidak sampai menyeabkan keretakan bangunan. Kecuali kalau kondisi bangunan rumah sudah tidak bagus," tukasnya.
( Hartatik / CN13 )