panel header


MANGAN ORA MANGAN NGUMPUL
Tetap Bersatu Meski Dalam Kemiskinan
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
02 September 2010 | 19:10 wib
PDI-P Terangkat Oleh TDL dan Kompor Mbleduk

Jakarta, CyberNews. Posisi PDI-P sebagai partai yang memilih beroposisi dengan pemerintah, diuntungkan oleh naiknya Tarif Dasar Listrik (TDL) dan banyaknya kompor gas mbleduk. Demikian dikatakan tokoh PDI-P Pramono Anung.

"Saya setuju kesimpulan Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang menyebutkan bahwa kenaikan suara PDI-P bukan karena kita aktif saat Century. Tapi karena banyaknya rakyat yang tidak puas dengan TDL yang naik dan gas elpiji yang bocor dan mbleduk," kata Pramono dalam acara pemaparan hasil survei LSI tentang evaluasi publik atas pemerintahan SBY-Boediono di Sekretariat LSI sore ini.

Temuan LSI adalah, bila Pemilu dilakukan pada bulan Agustus 2010 ini maka PDI-P mengalami kenaikan signifikan, yaitu bila pada April lalu hanya memperoleh 9 prosen, Agustus ini meningkat menjadi 15 prosen. Yang menarik adalah walaupun masyarakat kecewa dengan kinerja pemerintahan SBY-Boediono, namun Partai Demokrat tetap jadi pemenang Pemilu dengan perolehan suara 26,6 prosen.

"Masyarakat masih memilih Partai Demokrat karena faktor SBY. Dan SBY masih dianggap masih yang terbaik, belum ada saingannya. Kenyataan masyarakat yang seperti ini jelas menguntungkan SBY dan Demokrat," kata peneliti senior LSI Burhanuddin Muhtadi.

Menurut Burhanuddin kondisi seperti ini berbahaya bagi SBY dan Demokrat, karena SBY tidak bisa mencalonkan lagi, serta belum adanya kader yang mumpuni dari Demokrat. "Pada saat ini PD juga terpuruk dari 32 prosen pada April lalu kini turun lagi jadi 26,6 prosen saja, akibat rakyat tidak puas dengan kinerja pemerintah," paparnya.

Burhanuddin heran mengapa SBY belum mempercepat regenerasi kepemimpinan, padahal hal ini harus segera dilakukan agar calon yang disiapkan masih memperoleh 'barokah kepopuleran' yang akan diwariskan SBY.

Hasil survei yang dilakukan LSI pada 6-20 Agustus ini menunjukkan bahwa 86,9 prosen responden tidak puas atas upaya pemerintah menangani ledakan tabung gas. Selain itu 65,7 prosen responden keberatan dengan alasan apapun terhadap kenaikan TDL.

"Jadi walaupun kinerja buruk pemerintahan terjadi, namun tidak membuat oposisi jadi pilihan masyarakat. Dan hasil survei kami menunjukkan bahwa masyarakt yang puas dengan kinerja SBY 66 prosen dan Boediono 53 prosen. Faktor pendidikan responden ikut mempengaruhi hasil ini," kata peneliti LSI Doddy Ambardhi.

( Hartono Harimurti / CN13 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 15:57 wib
Dibaca: 78
26 Mei 2012 | 15:46 wib
Dibaca: 91
image
26 Mei 2012 | 15:31 wib
Dibaca: 128
26 Mei 2012 | 15:21 wib
Dibaca: 190
26 Mei 2012 | 15:11 wib
Dibaca: 121
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER