
PAKAI SERAGAM:Maba Unnes dengan seragam pramuka saat aksi teatrikal, Rabu malam (1/9). (SM CyberNews/Yulianto)
Semarang, CyberNews. Malam ini tidak seperti biasanya, Kampus Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang, Sekaran, Gunung Pati, Semarang ramai mahasiswa-mahasiswi yang bergerombol.
Para mahasiswa yang terdiri dari tiga angkatan yakni dari angkatan tahun masuk 2008, 2009 dan 2010 itu bergerombol menyaksikan teatrikal yang diadakan BEM FBS terkait dengan penolakan kebijakan baru pihak rektorat tentang etika berpakaian.
Menurut penanggung jawab acara Kunto Nurcahyoko kegiatan teatrikal ini sebagai bentuk penolakan kebijakan rektor yang menekan ekspresi dari para mahasiswa, dia menambahakan pemakaian seragam itu seperti anak yang duduk di bangku sekolah.
Selain itu imbuhnya mahasiswa khususnya di jurusan Seni Rupa dan Musik akan terbatasi lewat penyeragaman berpakaian tersebut.
Sebelumnya keluar keputusan rektor nomor 14 tahun 2010 atas nama Rektor Unnes Sudijono Sastroatmojo yang isi keputusannya mengenai etika berpakaian, bersepeda dan berjalan kaki.
Dalam surat keputusan itu juga mengatur pemakaian seragam untuk tiap hari Senin sampai dengan Jumat, setiap hari Senin mahasiswa tahun angkatan 2010 diwajibkan memakai seragam Pramuka, Selasa dan Rabu memakai kemeja putih dengan bawahan hitam. Sedangkan untuk hari Kamis dan Jumat memakai pakaian batik ataupun lurik.
Dalam aksi teatrikal malam ini ada seorang mahasiswa berperan sebagai rektor dengan mengenakan pakaian jas rapi, rektor ini digambarkan menyodorkan selembar surat keputusan rektor kepada mahasiswa. Mahasiswa dalam aksi tersebut digambarkan menolak hingga berlinang air mata.
( Yulianto / CN13 )