
Purworejo, CyberNews. Makanan berupa kue dan kerupuk yang dibuat dengan bahan pewarna pakaian diduga beredar luas pasaran menjelang lebaran ini. Masyarakat diimbau untuk waspada karena bahan pewarna pakaian bisa membahayakan kesehatan.
Imbauan itu disampaikan tim pengawasan obat dan makanan di sela-sela melakukan pemariksaan bahan pangan menjelang lebaran di sejumlah pasar tradisional pelosok desa, Rabu (1/9). "Lebaran seperti ini kan permintaan makanan meningkat. Momentum ini sering dimanfaatkan orang untuk meraup keuntungan, bahkan dengan cara-cara yang membahayakan keselamatan," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes dr Darus.
Dalam pemeriksaan di pasar tradisional Kalijambe Kecamatan Bener, tim mendapatkan dua jenis makanan yang dicurigai dibuat dari bahan pewarna pakaian. Yaitu berupa kerupuk dan kue yang memiliki warna sangat mencolok. Untuk jenis kerupuk warnanya oranye, sedangkan kue warnanya merah mudah dan hijau muda. Penjual kedua makanan tersebut mengaku tidak mengetahui persis bahan pembuatannya karena hanya disetori dari para sales.
Kasi Farmasi Makanan Minuman dan Perbekalan Kesehatan Drs Triyanto Apt MKes menduga banyak makanan yang dipasarkan menjelang lebaran ini terbuat pewarna pakaian. "Terutama mungkin di pedesaan yang selama ini tidak terpantau," katanya.
Dia mengatakan, temuan itu akan menjadi catatan khusus dan segera dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar ditindaklanjuti dengan pengambilan sampel untuk dilakukan penelitian. "Akan kami laporkan ke BPOM," katanya.
( Nur Kholiq / CN14 )