
Muntilan, CyberNews. Para pedagang di Pasar Muntilan, enggan menjual daging sapi glonggongan, dengan alasan resikonya tinggi. Jika tidak cepat laku, berat daging bisa menyusut dengan sendirinya.
"Dalam waktu satu jam, satu kilo gram daging glonggongan, akan berkurang beratnya sampai dua ons. Karena air yang terkandung dalam daging akan keluar dengan sendirinya,” kata Ny Hartoko, pedagang daging Pasar Muntilan, Rabu (1/9).
Karena itu dalam razia daging sapi glonggongan yang dilancarkan Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) Kabupaten Magelang, tak ditemukan daging yang tidak layak konsumsi tersebut. "Ciri-ciri daging glonggongan, mengandung air secara berlebihan. Jika diletakkan di meja, air akan menggenang dan semakin lama kian banyak," tuturnya.
Pedagang menyadari daging glonggongan bisa membahayakan kesehatan konsumen. Apalagi, pembeli sekarang cermat. Tak akan membeli daging yang tampak mencurigakan, misal berair atau menebar aroma kurang sedap. Karena resikonya tinggi, pedagang daging Pasar Muntilan enggan membeli dagaing glonggongan dari Boyolali meski harganya lebih murah.
Kepala Dinas Peterikan Ir H Triagung Sucahyono membenarkan pernyataan pedagang daging itu. "Hasil razia kami di berbagai pasar di darerah ini, tak ditemukan daging glonggongan," katanya.
Ia mengingatkan, semakin mendekati Lebaran umumnya kebutuhan masyarakat akan daging meningkat. Peluang ini disalahgunakan untuk menjual dagaing tidak layak konsumsi, dengan harga lebih murah. "Bila dijual murah malah patut diduga ada sesuatu yang terkandung dalam daging," katanya.
( Tuhu Prihantoro / CN26 )