
Palu, CyberNews. Sebanyak 19 anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah terluka dalam insiden penyerangan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Biau, Kabupaten Buol, Selasa (31/8) malam. Hal itu disampaikan Kapolres Buol AKBP Amin Litarso, Rabu (1/9)
"Sampai Rabu pagi ini, korban dari anggota Polri yang luka dalam insiden itu sudah mencapai 19 orang," kata Kapolres
Dia meengatakan, ke-19 anggota Brimob yang luka itu umumnya terkena lemparan batu, sabetan senjata tajam dan bom molotov dari massa yang mengamuk. Bahkan, satu orang tubuhnya terbakar setelah terkena lemparan bom molotov para penyerang.
Ditambahkan, selain melukai 19 anggota Brimob, aksi anarkis warga itu juga menimbulkan kerusakan di bagian depan kantor Mapolsek Biau. Beberapa atribut kepolisian, seperti motor operasional dan pakaian seragam yang berada di Balai Tempat Umum (BTU) Buol juga menjadi sasaran amuk massa.
"Hingga Rabu pagi ribuan massa yang tadinya menyerbu Mapolsek Biau sudah tak tampak lagi. Namun upaya koordinasi ke polsek-polsek tetap dilakukan untuk memantau perkembangan di lapangan," katanya.
Kapolres juga membenarkan adanya upaya penyisiran warga terhadap para anggota polisi baik di asrama maupun di lokasi lain.
Dalam kerusuhan penyerangan di Mapolsek Biau itu, sedikitnya lima warga sipil tewas setelah terkena tembakan aparat kepolisian yang berupaya membubarkan massa. Insiden penyerangan itu terkait dengan tewasnya seorang tahanan Polsek Biau bernama Kasmir Timumun pada Senin sore.
Kasmir ditahan karena kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan seorang anggota kepolisian di kota itu, namun hari Senin dia tewas di dalam tahanan.
Sebagai buntut dari kematiannya, Selasa malam sekitar pukul 21.30 WITA, ribuan warga mendatangi Mapolsek Biau yang terletak di Kelurahan Kali dan berdekatan dengan Kantor Bupati Buol.
( Ant / CN26 )