panel header


ALON ALON WATON KELAKON
Pelan Pelan Saja Asal Berhasil
panel menu
panel news ticker
Dapatkan Gratis Aplikasi Suaramerdeka untuk Android.
panel iklan Hosrizon
panel main 1
31 Agustus 2010 | 18:47 wib
Dana Pensiun Belum Dibayar, Pensiunan Djakarta Lloyd Demo

Semarang, CyberNews. Puluhan pensiunan karyawan PT Djakarta Lloyd menggelar aksi demo di kantor Jl Mpu Tantular No 23, Selasa (31/8). Mereka menuntut dana pensiun selama delapan bulan sejak Januari 2010, dan tunjangan hari raya sejak 2009 dibayarkan.

Aksi pensiunan Djakarta Lloyd sempat memanas ketika mereka ditantang akan dirumahkan oleh Kepala Cabang Semarang PT Djakarta Lloyd (Persero), Dwi Putro Suryo jika jadi menggelar demo.

"Dirut sudah telpon melalui kepala cabang disini kalau mau demo silahkan, nanti dirumahkan. La wong saya udah pensiun masa mau dirumahkan," teriak Bambang Martojo (64), mantan nakhkoda pensiun sejak 1998, di sela-sela aksi di halaman kantor PT Djakarta Lloyd Cabang Semarang.

Dalam orasinya, Bambang menyebutkan besaran dana pensiunan tiap bulan ini berkisar antara Rp 100.000-Rp 618.000/orang. Ada sebanyak 125 orang pensiunan Djakarta Lloyd Cabang Semarang yang belum menerima dana tersebut.

Bila dilihat dari nominalnya memang tidak seberapa, tapi mereka yang menerima Rp 100.000 ini rata-rata sudah jompo dan tidak punya penghasilan lainnya. "Masa tidak kasihan dengan mbah-mbah ini, mereka sudah dua kali kesini. Bukannya ada kepastian, mereka sudah harus keluar ongkos Rp 20.000, padahal uang pensiunannya hanya Rp 100.000 per bulan,’’ imbuhnya.

Mbah Sukarti (97), istri almarhun Ahmad Nurkiyam berharap uang pensiunan yang diterimanya Rp 100.000 bisa cair. Istri juru mudi itu berkeinginan tidak muluk, karena uang pensiunan ini akan digunakan untuk membayar tagihan listrik dan air.

Hal senada juga diungkapkan Sayamsudin (80). Mantan juru mudi yang pensiun sejak 1980 ini menerima pensiun hanya Rp 100.000/bulan. Dia kecewa tidak ada ketegasan sikap dari perusahaan, terkait kapan pastinya uang pensiun ini akan dicairkan.

Bambang menambahkan, tahun lalu pembayaran dana pensiun selama enam bulan tidak dibayarkan. Namun karena mengancam akan demo, akhirnya uang tersebut cair. Tapi entah mengapa, hal serupa terulang kembali tahun ini. Bahkan tahun lalu, THR sebesar Rp 250.000/orang sudah tidak lagi dibayarkan perusahaan.

Aksi demo sempat mereda setelah Kepala Cabang Semarang PT Djakarta Lloyd (Persero), Dwi Putro Suryo bersedia melakukan dialog. Dimediasi oleh Kapolsek Semarang Utara, AKP Sigit Adiwuryanto, berakhir dengan nihilnya kepastian kapan perusahaan bersedia mengabulkan keinginan pensiunan.

Dwi mengatakan, pihaknya tidak berhak mengambil kebijakan terkait pembayaran dana pensiunan. Semua keputusan, lanjutnya, merupakan kewenangan kantor pusat. "Kami hanya sebagai media melaporkan semua yang dilaporkan. Tidak bisa mengambil keputusan," ujarnya.

Para pendemo tidak puas akan jawaban itu, dan mereka meminta agar kepala cabang langsung menghubungi direktur keuangan di kantor pusat. Berulang kali dihubungi, Edi, Direktur Keuangan tengah berada di luar kota.

Alhasil pendemo merasa kecewa, sehingga memilih untuk menyegel kantor. Sementara itu, berdasar informasi yang dihimpun, krisis keuangan yang menjerat perusahaan BUMN bidang pelayaran itu sudah berlangsung lama. Karyawan sebanyak 17 orang mengaku, sudah lima bulan inisejak Mei lalu belum menerima gaji.

( Hartatik / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share

Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
31 Juli 2014 | 20:33 wib
Dibaca: 20
31 Juli 2014 | 20:06 wib
Dibaca: 42
31 Juli 2014 | 19:53 wib
Dibaca: 81
31 Juli 2014 | 19:40 wib
Dibaca: 79
Panel menu tepopuler dan terkomentar
 Berita Terpopuler
FOOTER