panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Agustus 2010 | 21:42 wib
Kemenbudpar akan Bangun Kompleks Makam Gus Dur
image

Jakarta, CyberNews. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) setuju untuk membangun kompleks pemakaman mantan Presiden Kiai Haji Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

"Kami sangat setuju usul DPR tentang pembangunan kompleks makam Gus Dur karena sebagai bentuk realisasi kita menghormati pemimpin pendahulu kita," kata Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik setelah rapat kerja dengan Komisi X DPR di Jakarta, Senin (30/8).

Ia mengatakan, seluruh masyarakat di tanah air harus menghormati para pemimpin pendahulu terlepas dari apa pun karena mereka adalah pemimpin bangsa pada zamannya. Wacik mencontohkan, bangsa Indonesia harus menghormati semua mantan presidennya baik Soekarno, Soeharto, B.J. Habibie, Gus Dur, dan Megawati.

"Kalau sekarang ada reformasi gelombang kedua, maka inti pokok yang harus dilakukan di antaranya adalah menghormati para pemimpin bangsa," kata Wacik.

Pihaknya sepakat untuk membangun kompleks pemakaman Gus Dur sebagai wujud penghormatan tersebut. Selain itu, penghormatan terhadap para pemimpin pendahulu, merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter bangsa.

Sebelumnya, Komisi X DPR RI dalam raker dengan Menbudpar dan jajaran pejabatnya meminta agar kementerian itu menata dengan baik kompleks pemakaman Gus Dur. Hal itu karena terjadi indikasi peningkatan jumlah peziarah dari hari ke hari.

Pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Shalahuddin Wahid, di Jombang, Jawa Timur, akhir pekan lalu, mengatakan, pemakaman Gus Dur akan dikembangkan menjadi kawasan wisata terpadu yang tidak hanya memiliki nilai sosial budaya, tapi juga ekonomi dengan investasi sekitar Rp200 miliar.

"Sekarang ada industri pemakaman di sini, karena hari biasa ada 2.000 peziarah yang datang dan pada akhir pekan atau Minggu ada 7.000-8.000 peziarah, sehingga setahun bisa satu juta orang," katanya.

Gus Sholah mengatakan, melihat potensi peziarah yang besar itu, pihaknya berencana mengembangkan pemakaman Gus Dur dan KH Hasyim Ashari sebagai kawasan wisata religi, yang juga dilengkapi dengan perpustakaan Gus Dur, halaman parkir yang luas, kantin, kios, ruang tunggu sopir, dan MCK (mandi, cuci, kakus).

Karena itu, ia meminta bantuan Kementerian Perindustrian untuk membantu merelealisasikan peluang bisnis tersebut. Gus Sholah memperkirakan untuk membangun kawasan wisata tersebut membutuhkan investasi sampai Rp200 miliar yang pendanaannya diharapkan berasal dari bantuan pemda baik kabupaten, provinsi, maupun kementerian.

( Ant / CN12 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 15:46 wib
Dibaca: 1
image
26 Mei 2012 | 15:31 wib
Dibaca: 75
26 Mei 2012 | 15:21 wib
Dibaca: 152
26 Mei 2012 | 15:11 wib
Dibaca: 103
26 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 242
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER