
Wonosobo, CyberNews. Jalan yang menghubungkan Wonosobo-Dieng, dibuka kembali untuk semua jenis kendaraan dengan tonase maksimal lima ton, Sabtu (28/8) lalu. Hal itu menyusul dipasangnya lagi jembatan darurat(balley), di lokasi jalan longsor, Km 20 Desa Tieng Kecamatan Kejajar.
Meski jembatan darurat hanya bisa dilewati bergantian, arus lalu lintas di jalur wisata tersebut cukup lancar. Di ujung jembatan, sejumlah pemuda membantu mengatur kelancaran arus kendaraan.
Jalur yang melalui kawasan itu sempat ditutup, sekitar tiga minggu menjelang Ramadan, untuk kepentingan pembangunan jembatan konstruksi cor, di atas jalan yang longsor. Badan jalan yang longsor sepanjang kurang lebih 40 meter. Jalan itu merupakan jalur vital yang menghubungkan Wonosobo-Dieng-Batur.
Ketika jalan ditutup untuk mobil, truk dan bus, arus lalu lintas disalurkan lewat Kota Banjarnegara. Namun demikian karena jarak yang memutar jauh, sebagian besar angkutan tetap memilih jalan yang sedang diperbaiki. Untuk itu, para penumpang diturunkan di kedua sisi jembatan yang sedang dibangun.
Sebagaimana diberitakan, badan jalan di kawasan tersebut longsor tertimpa batu besar dari atas lereng terjal yang cukup tinggi, awal tahun 2009 lalu. Sisa badan jalan tidak bisa dilewati kendaraan. Sehubungan dengan itu, pihak PU Bina Marga Jateng menempatkan jembatan balley. Jembatan darurat tersebut masih terpasang sampai saat ini, sambil menunggu selesainya perbaikan permanen.
( Sudarman / CN14 )