panel header


NABOK NYILIH TANGAN
Memanfaatkan Orang Untuk Melakukan Sesuatu
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
30 Agustus 2010 | 18:26 wib
Ditemukan, Lima Bungkus Roti Berjamur

Kajen, CyberNews. Inspeksi mendadak (Sidak) keamanan pangan dari tim gabungan Pemkab Pekalongan di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Kota Santri, Senin pagi (30/8) sekitar pukul 09.30 menemukan lima bungkus roti kadaluarsa dan berjamur.

Tim gabungan yang meliputi Disperindag, Kantor Ketahanan Pangan (KKP), Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (DPPPK), dan Dinas Kesetan serta Satpol PP tersebut juga menemukan kemasan sarden ikan yang terbuat dari kaleng kondisinya berkarat dan penyok, sehingga tak layak dijual.

Ketua Tim Gabungan Drs Maryoto mengatakan, awalnya pemantauan dan pengecekan keamanan pangan dilakukan di Pasar Wiradesa terutama mengenai makanan pangan seperti jagung, beras, kedelai, dan lainnya. Tim yang dipimpinnya itu juga menemukan makanan berupa roti sudah kadaluarsa serta memunculkan jamur di roti tersebut. Selain itu, kondisi kemasan sarden ikan yang berkarat dan penyok.

"Kami menemukan lima bungkus roti kadaluarsa dan berjamur serta 4 kemasan sarden ikan penyok, satu berkarat. Hasil temuan itu akan kami bawa untuk di periksa di laboratorium," kata dia.

Pihaknya juga mengambil beberapa sampel makanan yang diduga kuat menggunakan bahan pengawet berupa formalin dan pewarna yang jelas bukan untuk makanan."Kami ambil beberapa contoh makanan seperti bakso, mie dan lainnya untuk diperiksa di laboratorium guna mengetahui kandungan zat berbahaya di dalam makanan tersebut," tuturnya.

Dikatakannya, sebelum puasa pihaknya telah memeriksa mie dan bakso yang ada di beberapa tempat di Kabupaten Pekalongan dan berdasarkan pemeriksaan laboratorium makanan tersebut mengandung formalin, tapi pemasoknya dari luar daerah seperti Kabupaten Batang.

Sementara itu, hasil pemeriksaan daging di Pasar Wiradesa, tim gabungan tidak menemukan daging glongongan dan ayam tiren yang dikhawatirkan dijual menjelang Lebaran karena permintaan barang tersebut meningkat.

Kepala Bidang Peternakan DPPPK drh Widhi Widiyanto mengatakan, hasil pemeriksaan di beberapa penjual daging sapi dan ayam di Pasar Wiradesa tidak ditemukan daging glonggongan atau ayam tiren. "Semuanya kondisinya bagus, hanya saja beberapa pedagang ada yang menjual daging kondisinya tidak segar karena kemarin tidak laku. Namun itu, masih aman untuk dikonsumsi," tutur dia.

Meski demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat supaya tidak tergiur dengan harga murah, sehingga daging yang dibeli kualitasnya tidak bagus atau merupakan daging glonggongan, sehingga ketika dikonsumsi menimbulkan penyakit. "Warga harus wasdapa pastikan ketika membeli dagingnya segar dan tidak bau," tandasnya.

( Agus Setiawan / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
image
26 Mei 2012 | 15:31 wib
Dibaca: 71
26 Mei 2012 | 15:21 wib
Dibaca: 146
26 Mei 2012 | 15:11 wib
Dibaca: 99
26 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 231
26 Mei 2012 | 14:49 wib
Dibaca: 198
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER