panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
27 Agustus 2010 | 10:15 wib
Ancam Tak Bayar Retribusi
Pedagang Minta Pasar Tiban Dibubarkan

Banyumas, CyberNews. Puluhan pedagang yang menempati los di dalam Pasar Ajibarang, meminta pasar tiban yang berada di jalur hijau sebelah timur dibubarkan. Bila tidak mereka mengancam tidak akan membayar retribusi.

Hal tersebut terlontar dalam pertemuan antara pedagang pakaian yang menempati los dalam pasar, pedagang yang menempati jalur timur pasar dan pengelola pasar, kamis (26/8) di kantor pengelola pasar. Mereka yang mengadu lantaran, sebelum memasuki bulan Ramadan, pemilik los di dalam pasar telah dihimbau Kepala UPT Pasar Ajibarang, Suyatno bahwa pedagang tidak diperbolehkan berjualan di jalur hijau sebelah timur. Alasannya untuk memperlancar arus lalu lintas pasar menghadapi Lebaran.

Namun, setelah memasuki pertengahan Lebaran, tercatat lima pedagang pakaian yang membandel. Mereka tidak mengindahkan himbauan yang sudah disepakati bersama. "Ini yang menjadi tidak adil. Kalau semua pedagang berjualan di luar, pedagang yang di dalam bakal sepi pembeli," kata pedagang pakaian Pasar Ajibarang, Sutrisno.

Akibatnya, lanjut dia, berdampak pada kecemburuan antar pedagang. Bila hal tersebut tidak bisa dikendalikan, dimungkinkan arus lalu lintas pintu masuk pasar bakal semrawut. "Ibaratnya kami sudah menunggu selama satu tahun, tapi malah di panen orang lain. Karena pembeli banyak yang tidak masuk karena sudah di hadang penjual di luar," ujar dia. 

Pedagang lainnya, Hudiono meminta pengelola pasar bersikap tegas menertibkan atau meniadakan pasar tiban di jalur hijau sebelah timur. Karena, selain menjadi kecemburuan, juga bedampak pada kemacetan arus lalu lintas pasar. "Kalau tetap ada pedagang yang berjualan di jalur timur, kami tidak akan membayar retribusi," tegasnya.

Eni pedagang lainnya, meminta pengelola pasar bertindak tegas membongkar lapak di jalur hijau sebelah timur. "Kami minta mulai hari ini bapak pimpinan pasar membongkar lapak yang sudah didirikan pedagang," katanya.

Saling Memahami

Ketua Paguyuban Parkir Pasar Ajibarang, Joko mengatakan, petugas parkir dan pasar telah berusaha tidak memperbolehkan jalur timur untuk tempat jualan, karena untuk area parkir. Ini juga untuk melancarkan arus lalu lintas pasar. "Tapi kenyataannya ada penjual yang bandel. Mereka tetap saja mendirikan lapak di jalur hijau," katanya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Ajibarang, Suyatno mengaku pengaduan sejumlah pedagang yang menempati los di dalam pasar mengeluhkan pendirian lapak baru di jalur timur. Karena membuat lokasi di dalam pasar sepi membeli. "Kami telah mengundang pedagang yang nekat mendirikan lapak di jalur hijau, tapi mereka tidak datang." katanya.

Dampak dari permasalahan itu, lanjut dia, mereka mengancam tidak akan membayar retribusi selama pasar tiban itu masih ada. Jumlah pedagang yang menyatakan hal itu ada 34 orang. Adapun biaya retribusi los per petak (1x2 meter persegi) Rp 400 ditambah Rp 100 untuk retribusi kebersihan. "Mereka mengancam tidak membayar bila segera tidak ditertibkan," ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Banyumas dari Komisi D Lilis Agustina dan Komisi A Heri Purwati pada kesempatan itu meminta para pedagang saling memahami dan menyadari, bahwa berjualan di jalur itu tidak diperbolehkan. (H60-) 

( Puji Purwanto / CN27 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 15:21 wib
Dibaca: 34
26 Mei 2012 | 15:11 wib
Dibaca: 61
26 Mei 2012 | 14:59 wib
Dibaca: 121
26 Mei 2012 | 14:49 wib
Dibaca: 169
26 Mei 2012 | 14:34 wib
Dibaca: 182
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER