
Karanganyar, CyberNews. Tim Gabungan Pemerintah Karanganyar menemukan adanya sejumlah makanan yang mengandung zat pewarna pakaian yang masih beredar bebas di pasaran. Dalam razia di Pasar Palur, Kamis (26/8), petugas menemukan adanya makanan ringan berupa krupuk tapioka, yang biasanya untuk gado-gado yang mengandung rhodamin B.
Adanya kandungan rhodamin B juga ditemukan pada ceriping singkong. "Jumlahnya diperkirakan ratusan kilo gram karena hampir di setiap toko di pasar itu menjajakan jenis makanan ringan itu. Kami hanya menyita sebagian," kata Anik Dwiyanti Kasi Kefarmasian dan NAPZA, mewakili Kadinkes Cucuk Heru Kusumo.
Dalam razia yang melibatkan Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) serta sejumlah instansi terkait lain tersebut dipimpin oleh Bupati Rina Iriani Sri Ratnaningsih. Saat itu, petugas juga menemukan adanya satu dus margarin merk tertentu yang sudah kadaluwarsa.
"Margarinnya satu dus, berisi 24 bungkus, semua sudah kedaluwarsa. Tetapi yang disita hanya satu dan 23 lainnya diperintahkan untuk segera ditukarkan dengan yang baru sebelum dijual," tuturnya bersama instansi lain terkait di Kantor Dinkes setempat.
Menurut Anik, menyebutkan makanan berpewarna tekstil umumnya merupakan produk industri rumah tangga (PIRT). Rhodamin B merupakan pewarna tekstil yang memiliki sifat karsinogenik atau bisa menjadi pencetus penyakit kanker. tapi untuk mencapai derajat semacam itu akan sangat tergantung pada jangka waktu seseorang mengonsumsi rhodamin B.
Menurutnya, semakin banyak dan lama zat itu dikonsumsi, risiko terkena kanker kian besar, terlebih jika ada faktor keturunan.
Dia mengemukakan, ceriping singkong dengan rhodamin B diketahui produk lokal dan telah memiliki izin PIRT. Berbeda dengan kerupuk tapioka, dikatakan pedagang makanan tersebut diperoleh dari pengrajin di Sukoharjo dan diduga belum mengantongi izin PIRT.
Anik mengatakan, ceriping singkong dan kerupuk tapioka dijual hampir setiap kios di Pasar Palur dan kuat dugaan beredar di pasar-pasar lain. "Kami minta masyarakat berhati-hati. Pasalnya tak hanya rhodamin B, ada dugaan makanan-makanan tertentu mengandung formalin, tapi sejauh ini memang belum ada temuan," katanya.
( Widodo Prasetyo / CN26 )