
Solo, CyberNews. Para kandidat Rektor UNS yang saat ini sudah masuk dalam daftar calon dan dalam proses validasi persyaratan, diminta menahan diri dan tidak terjebak pada persaingan yang tidak sehat.
"Kami tahu masing-masing kandidat juga memiliki tim sukses yang saat ini sudah dalam posisi bergerak mencari dukungan. Namun tentu jangan sampai ada saling ketersinggungan yang mengarah pada perpecahan," kata Berry Nur Arif, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS.
Meski tidak diatur secara detail dalam peraturan pemilihan rektor, maupun peraturan kampanye, namun ada kesepakatan semua kandidat tidak mengeluarkan pernyataan yang bisa ditafsirkan berkampanye.
"Secara normatif harus diakui tidak ada larangan khusus. Namun jika terjadi upaya mencuri start ataupun sejenisnya, dikhawatirkan bisa memunculkan gejolak yang bisa mengganggu satu dengan yang lain, apalagi di tingkat mahasiswa,’’ kata dia.
Sementara Rektor Prof Dr Much Syamsulhadi SpKJ(K) menambahkan dirinya menerima beberapa informasi, agar mengingatkan seluruh kandidat mengedepankan prinsip adil dan tenggang rasa.
"Jangan sampai ada yang dituduh curi start. Sekali lagi, ada masanya sendiri. Jadi sekarang ini lebih baik diam tidak mengeluarkan pernyataan apapun berkaitan dengan pemilihan rektor," katanya.
Dia juga mengingatkan agar kandidat siap menang namun juga siap tidak terpilih. Tidak saling mengolok dan menjelekkan sesame kandidat dan yang terpenting, jangan menggunakan mahasiswa sebagai kuda tunggangan.
( Joko Dwi Hastanto / CN26 )