
Pemalang, CyberNews. Bulog Sub Divre IV Pekalongan Barat yang memiliki wilayah di eks Karesidenan Pekalongan memastikan stok beras aman hingga Lebaran mendatang. Kini, bulog memiliki stok beras sebanyak 75 ribu ton.
Kepala Gudang Bulog Sub Divre IV Pekalongan Barat Drs Akhmad Riadi didampingi Kepala Gudang Bulog 604 Babatan Tegal Sub Divre Pekalongan IV Hendro Waluyo dalam rapat kerja bersama Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Senin (24/8), mengatakan, pengadaan beras untuk Bulog Sub Divre IV Pekalongan Barat sebanyak 90 ribu ton.
Namun, hingga kini baru terealisasi 75 ribu ton. Stok beras tersebut secara keseluruhan mencukupi kebutuhan hingga Desember 2010. "Untuk Gudang Bulog 604 Babatan Tegal Sub Divre Pekalongan IV yang mencukupi kebutuhan wilayah Pemalang stok mencukupi hingga Januari 2010. Intinya, Lebaran stok beras aman," katanya.
Menurutnya, pengadaan beras tahun ini terkendala kualitas beras yang tidak sesuai standar bulog. Butiran beras kualitasnya menurun drastis disebabkan cuaca ekstrim akhir-akhir ini. Padahal, sesuai Inpres No 7/2009, gabah kering panen (GKP) yang bisa dibeli bulog harus memiliki kadar air maksimal 25 persen, butir hampa 20 persen, dan derajat sosoh 25 persen.
Namun, jika dilihat di lapangan stok beras melimpah. Sebab, sampai saat ini petani masih ada yang panen. "HPP beras sesuai aturan Rp 5.060/ kg. Sementara di pasar harga beras sudah naik, sehingga kami kesulitan untuk menyerap beras petani. Kami berharap setelah Lebaran harga turun," harapnya.
Akhmad Riadi mengungkapkan, pembagian beras miskin (raskin) tidak mengalami kendala. Raskin bulan Agustus ini telah dibagikan ke masyarakat. Sementara, raskin untuk September mulai didistribusikan. "Sebelum Lebaran raskin sudah selesai didistribusikan," tandasnya.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang Ujiyanto MR menuturkan, kenaikan harga beras dipengaruhi faktor transportasi. Harga beras di setiap wilayah berbeda-beda tergantung lokasi dan jalan yang dilalui.
"Contohnya di wilayah Semaya Randudongkal harga beras Rp 5.400/ kg. Sementara di wilayah Belik sudah mencapai Rp 6.000/ kg. Kami mendesak untuk dilakukan perbaikan infrastruktur jalan," tandasnya.
( Dwi Putra GD / CN16 )