panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
23 Agustus 2010 | 14:13 wib
Calon Rektor Dilarang Tanda Tangan Kontrak Politik

Solo, CyberNews. Calon Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dilarang membuat dan menandatangani kontrak politik dengan seluruh anggota sivitas akademika. Baik karyawan, dosen maupun mahasiswa.

"Peraturan ini ditetapkan dalam Surat Keputusan Panitia yang ditandatangani Rektor. Jika sampai dilanggar, maka calon bisa diproses, bahkan bisa saja digugurkan dari pencalonannya," kata Prof Dr Jamal Wiwoho SH MH, Senin siang.

Bersama Rektor UNS Prof Dr Much Syamsulhadi SpKJ(K) dan Ketua Panitia Persiapan Pemilihan Calon Pimpinan Universitas (P3CPU) Prof Dr Joko Nurkamto MPd, dia mengatakan pemilhan rektor bukan pilkada, sehingga tidak ada kontrak politik.

Dia tidak menjawab ketika ditanya rencana Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNS yang akan menyodorkan kontrak akademik kepada para calon rector, sebagai salah satu upaya bargaining dari mahasiswa.

"Saya kira aturannya sudah sangat jelas, tidak ada kontrak politik apapun dan larangan keras bagi calon rektor untuk menandatangani. Itu termasuk salah satu larangan dalam kampanye, selain saling menjelek-jelekkan, black campaign, dan lainnya," katanya.

Sementara, Presiden BEM UNS, Berry Nur Arif yang diminta tanggapannya soal itu mengatakan, pihaknya juga sudah memahami aturan itu. Karena itu yang akan disodorkan kepada para kandidat bukan berupa kontrak politik.

"Kami tahu (aturan) itu, karena kami juga terlibat dalam Tim Pemantau Independen. Namun yang kami inginkan agar ditandatangani para kandidat adalah kontrak akademik. Isinya berkaitan dengan aspirasi mahasiswa soal pengembangan akademik," tuturnya.

Sementara itu Rektor Prof Syamsulhadi menambahkan, pihaknya tidak akan merekomendasi nama-nama di antara 10 kandidat yang ada, sebagai kader khusus. Semua dinilai kader terbaik yang dimiliki UNS.

"Jadi tidak akan ada arah-arahan agar memilih Si A atau Si B. Semua sama, dan memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai calon rektor. Karena itu saat kampanye nanti, kandidat bebas mendekati siapapun, asal dalam konteks menawarkan program akselerasi UNS menjadi world class university (WCU)," tandasnya.

( Joko Dwi Hastanto / CN26 )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
26 Mei 2012 | 14:49 wib
Dibaca: 50
26 Mei 2012 | 14:34 wib
Dibaca: 73
26 Mei 2012 | 14:21 wib
Dibaca: 87
26 Mei 2012 | 13:50 wib
Dibaca: 202
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER